Tema Bulanan:
Yesus Kristus Memanggil Umat Untuk Melayani-Nya
Tema Mingguan:
Hitung dan Catatlah Segenap Umat
Bacaan Alkitab:
Bilangan 1:1-54
ALASAN PEMILIHAN TEMA
'Semua orang berharga di mata Tuhan' (Mazmur 116:15, Yesaya 43:4) merupakan sebuah pernyataan yang bukan sekadar lahir dari penyataan iman manusia namun juga sebagai bentuk kesadaran manusia tentang kehidupannya dan manusia lainnya. Berharga bukan tentang angka, namun berharga menunjukkan bernilainya atau pentingnya hal tersebut. Tidak ada makna berbeda dari kurang penting atau lebih penting, karena penting tetaplah penting. Intinya hanya tergantung dari pilihan manusia. Mengapa manusia harus memilih? Memilih adalah kehendak bebas yang Tuhan Allah berikan bagi setiap manusia. Tidak memilih pun adalah bagian dari pilihan. Bahkan hal sederhana seperti nama pun dipilih oleh manusia dengan tujuan agar sesuai dengan arti atau makna nama tersebut. Namun nama tidak akan berarti jika tidak sesuai dengan nilai dari orang tersebut.
GMIM akan melaksanakan sensus, penataan kolom memasuki periode pelayanan yang baru 2027-2032. Terang Yesus Kristus menuntun setiap warga gereja untuk melakukan tugas tanggung jawabnya sebagai bagian dari jemaat yaitu untuk menghasilkan buah. Sebagai gereja, tanggung jawab sederhana yang harus dilakukan adalah dengan mendata diri karena setiap orang berharga dan terpanggil untuk menjadi terang yang melayani sesama dan ciptaan lainnya. Sehubungan dengan ini maka diambillah tema "Hitung dan Catatlah Segenap Umat."
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Kitab Bilangan merupakan kitab yang termasuk dalam Torah atau biasa disebut kitab Taurat Musa (Pentatuekh). Penulis kitab ini menceritakan sejarah Israel yang dimulai dari dari Sinai pada tanggal satu bulan ke-2 di tahun kedua setelah keluar dari Mesir (1:1) hingga bulan ke-10 tahun ke-40 (UI. 1:3) sampai tiba di wilayah Moab diperbatasan sebelum memasuki tanah Perjanjian. Bilangan 1:1-54 menggambarkan Tuhan Allah mempersiapkan umat-Nya kepada keteraturan dan ketaatan. Kitab Bilangan berisikan perjalanan umat yang di bentuk, di tata, setia pada hukum, tata cara keimaman dan bagaimana umat harus hidup sehingga menjadi umat yang dahulunya tertindas menjadi umat yang kudus milik Tuhan Allah. Bilangan 1:1-54 dimulailah penataan dan pengorganisasian umat yang sebelumnya adalah budak di tanah Mesir menjadi sebuah komunitas yang adalah milik Tuhan Allah.
Ayat 1 dimulai dengan 'Tuhan berfirman' yang dalam bahasa Ibrani Wayyadabbēr: Dia (akan) berkata/berfirman merupakan kata kerja yang menunjukkan Tuhan Allah yang akan terus-menerus atau secara aktif berfirman kepada bangsa Israel. Artinya Tuhan Allah melalui Musa memberikan petunjuk agar umat Israel mempersiapkan diri menuju tanah Perjanjian. Selain itu, penulis menekankan perhitungan mengenai waktu yang dimulai dari keluarnya Israel dari Mesir, sebagai tanda keselamatan Israel dari perbudakan yang mereka rayakan sebagai Paskah.
Kemudian ayat 2 dimulai dengan kata perintah (Ibr. se'u dari kata nāsā' (נָשָׂא)) yang berarti angkat atau bawalah dan diikuti oleh kata et-rō'sh (אֶת־רֹאשׁ) yang berarti kepala, atas, puncak atau awal, juga berarti jumlah. Artinya 'angkatlah kepala" atau menghitung jumlah. Kata nāsā' et-rō'sh 'mengangkat kepala' dalam tradisi Ibrani kuno kata ini adalah ungkapan untuk menghitung populasi.
Adapun makna kultural berdasarkan konteks Timur Dekat Kuno, berarti mengakui keberadaan seseorang dalam komunitas. Bentuk kata yang menunjukkan perintah, artinya harus dilakukan untuk menghitung dan menugaskan. Cara menghitung yang diperintahkan Tuhan Allah berdasarkan keluarga atau suku (lemišpehotām), rumah ayah/ keluarga/ kaum (lebět 'ābōtām), nama (šēmōwt) diri sendiri (legūlgelōtām), yang berumur 20 tahun atau lebih dan yang siap untuk berperang (yōšê ṣābā') berdasarkan pasukannya (letsibōtām).
Hal ini menjadi jelas maksudnya ketika membaca ayat 20-43. Yōšê dapat dilihat sebagai kata kunci dari seluruh syarat tersebut, berasal dari kata yāṣa' berarti pergi, keluar atau maju juga menunjukan tindakan yang berkelanjutan artinya siap dan dapat berperang. Kesiapan dalam berperang adalah kunci dari setiap orang yang dihitung dan dicatat. Ulangan 20:5-9 menunjukkan bahwa Tuhan Allah memperhitungkan segala sesuatu, bukan hanya secara fisik namun mental setiap orang, yang dapat berpengaruh saat berperang.
Sensus dalam dunia Timur Dekat Kuno sering dikaitkan dengan tujuan militer atau administratif. Akan tetapi sensus yang dimaksud bukan hanya tindakan administratif atau memperlihatkan Tuhan Allah tidak tahu segenap umat-Nya. Namun menunjukkan setiap nama orang yang dihitung dan dicatat adalah berharga bagi-Nya. Dalam Keluaran 30:12-16 menjelaskan bagaimana sensus pernah dilakukan walaupun untuk tujuan yang berbeda. Keluaran 38:25-28 menunjukkan hasil dari sensus tersebut, yang sama jumlahnya dalam Bilangan 1:46. Selain itu, mengenai 'catatan' untuk jumlah dan nama setiap orang dihubungkan dalam Keluaran 32:32-33 yang tidak secara langsung menunjukkan catatan atau kitab yang dimaksud adalah kitab kehidupan (Mzm. 87:6, 69:28-29; Why. 3:5). Dalam Bil. 1:49 di mana suku Lewi tidak dihitung dan dicatat bersama dengan orang Israel lainnya, karena memiliki tugas yang berbeda serta penghitungan dan syarat yang juga berbeda (bnd. Bil. 3-4).
Dalam ayat 4 menunjukkan adanya orang yang mewakili setiap suku (Ibr. matteh) untuk bersama-sama dengan Musa, yaitu menjadi kepala (Ibr. ro'sh). Artinya mereka adalah pemimpin dari setiap suku. Penggunaan secara teologis akar kata "kepala" ini menunjuk pada jabatan ilahi yang ditetapkan. Ayat 5-16 adalah nama-nama yang dipilih oleh Tuhan Allah sebagai pemimpin suku. Beberapa nama tersebut memiliki arti yang dalam. Namun pemilihan Tuhan Allah ini bukan berdasarkan nama atau status, karena dalam Bilangan 16-17 menunjukkan bahwa Tuhan Allah tidak memandang bulu. Dalam Bilangan 7:1-89 para pemimpin suku atau kepala suku ini yang kemudian melakukan sensus serta membawa persembahan.
Ayat 17-19, Musa kemudian mengumpulkan semua kepala suku dan seluruh umat Israel berkumpul. Kemudian silsilah orang Israel disusun. Dalam konteks Timur Dekat Kuno silsilah keluarga itu sangat penting dalam kehidupan mereka. Itulah sebabnya asal usul keturunan seseorang akan diketahui lewat silsilah keluarganya. Oleh karena itu, Alkitab juga merasa penting untuk mencatat silsilah siapa Mesias itu yang dapat ditelusuri mulai Abraham sampai raja Daud. Ini berarti penyusunan silsilah bagi Israel sangat berpengaruh atas kehidupan mereka sebagai umat milik kepunyaan Tuhan Allah.
Ayat 20-46 menunjukkan jumlah dari setiap suku tersebut dan terdapat penekanan pada keluarga, suku, laki-laki berumur di atas 20 tahun dan siap berperang. Penegasan ini diulang di setiap suku sebelum menyebutkan jumlah total suku tersebut guna menyatakan bahwa hal-hal itu adalah wajib. Hasilnya menunjukkan bahwa Musa, Harun dan pemimpin setiap suku mencatat nama setiap orang sebanyak 603.550 orang. Ayat 20-46 Ini juga menunjukkan bahwa Musa, Harun dan pemimpin setiap suku mencatat setiap orang berdasarkan nama setiap orang. Pencatatan berdasarkan orang bukan sekadar menunjukkan dari mana dia berasal tetapi juga menunjukkan kesiapan secara fisik dan mental, serta spiritualitas untuk berperang dan melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian.
Ayat 47-53 Pengecualian suku Lewi tidak dicatat dalam sensus ini bukan untuk memisahkan mereka dengan suku-suku lainnya. Namun suku Lewi memiliki tugas di Kemah Suci, di mana di tempatkan Tabut yang berisikan hukum Tuhan Allah. Mereka juga bertugas untuk mengawasi (Ibr. paw-kad' yang berarti mengawasi, merawat, mengumpulkan), perabotan dan perlengkapannya serta bertugas mengangkat Kemah Suci dari suatu tempat ke tempat yang lain dalam perjalanan pengembaraan umat Israel. Tidak boleh orang lain melaksanakan tugas tersebut. Siapapun yang mendekat harus mati. Kekhususan suku Lewi tidak menggambarkan kekudusan mereka namun untuk menunjukkan kekudusan Tuhan Allah.
Ayat terakhir (54) menunjukkan bahwa seluruh orang Israel melakukan sesuai yang diperintahkan Tuhan Allah. Semua suku Israel memiliki tanggung jawab sesuai dengan pengaturan dan penataannya. Tuhan Allah mengatur segala sesuatu mulai dari penghitungan, pencatatan, penentuan berdasarkan usia, keluarga, suku dan kesiapan untuk berperang adalah untuk menunjukkan keteraturan dan identitas orang Israel sebagai umat pilihan-Nya. Segala aturan dan pemilihan Tuhan Allah tidak menunjukkan bahwa Dia 'pilih kasih', sebab semuanya memiliki tanggung jawab masing-masing serta Tuhan Allah memiliki tujuan yang besar bagi mereka yaitu menjadi umat yang kudus milik kepunyaan-Nya yang mewarisi tanah yang dijanjikan-Nya.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Sensus bangsa Israel bukan hanya untuk memenuhi administrasi, namun menunjukkan identitas bangsa Israel sebagai umat perjanjian. Tuhan Allah menghendaki keteraturan (1 Korintus 14:33) yang bertujuan pada damai sejahtera. Hal ini mengajak orang percaya sebagai anggota tubuh Kristus untuk belajar bahwa sejak awal penataan demi keteraturan adalah bagian dari panggilan dan tanggung jawab sebagai respons atas kasih-Nya. Penataan dan pemetaan jemaat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup bersama sebagai jemaat yang adalah kepunyaan Tuhan Allah.
- Jika saat itu bangsa Israel adalah prajurit perang, maka gereja adalah prajurit Yesus Kristus. Sensus menunjukkan kesiapan Israel secara fisik, mental dan spiritualitas untuk berperang serta melanjutkan perjalanan, artinya gereja dipanggil untuk selalu siap secara fisik, mental dan spiritualitas untuk ada dalam keteraturan dalam segala hal dan untuk melanjutkan pelayanan dari periode ke periode.
- Penghitungan dan pencatatan adalah untuk menunjukkan angka dan nama. Gereja diajak untuk menyadari bahwa setiap angka adalah jiwa, setiap jiwa adalah cerita, dan setiap cerita adalah undangan Tuhan Allah untuk kita berkarya dan melayani.
- Setiap nama menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari keluarga tersebut dan sebagai orang Kristen identitas kita bukan hanya didasarkan pada nama keluarga atau suku. Namun lebih dari pada itu identitas kita adalah milik Yesus Kristus, 'kasih' Yesus Kristus sebagai bentuk kata kerja, tidak pasif. Sekalipun memiliki latar belakang dan tugas yang berbeda, namun kita memiliki tujuan yang sama yaitu menghidupi Injil dan menginjili hidup.
- Ada yang memimpin suku, ada yang berperang dan ada yang memelihara Kemah Suci. Dari hal ini ada tiga tugas yang berbeda dan tidak dapat dipisahkan atau berjalan sendiri. Demikian pula sebagai warga gereja yang adalah anggota jemaat. Gereja diingatkan tidak membedakan mana yang lebih berguna atau lebih khusus, karena semuanya sama pentingnya. Kepelbagaian kita, sesungguhnya merupakan kekayaan bersama untuk membangun pelayanan dan mengemban tanggung jawab bagi kemajuan gereja demi kemuliaan Yesus Kristus.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa yang saudara pahami mengenai 'hitung dan catatlah segenap umat' menurut Bilangan 1:1-54?
- Mengapa suku-suku Israel dihitung dan dicatat, sementara suku Lewi yang termasuk dalam suku-suku Israel tidak?
- Bagaimana seharusnya jemaat merespon sensus penataan dan pemetaan di jemaat sebagai program pelayanan gereja kita?
POKOK-POKOK DOA
- Agar warga GMIM dapat mengerjakan dan memelihara keteraturan dalam bergereja dan bernegara.
- Memohon pertolongan Tuhan Allah agar warga GMIM berpartisipasi dalam pelaksanaan sensus.
- Memohon pertolongan Tuhan Allah agar Panitia Pemilihan melaksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
HARI MINGGU BENTUK II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
Kemuliaan Bagi Allah: PKJ No. 2 Mulia. Mulia Nama-Nya
Doa Penyembahan: NNBT. No. Naikkan Doa Pada Allah
Pangakuan Dosa: KJ No. 29 Di Muka Tuhan Yesus
Janji Anugerah Allah: NKB No. 17 Agunglah Kasih Aliahku
Puji-Pujian: NKB No. 3 Terpujilah Allah
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 37 Yesus, Lihat Umat-Mu
Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan
Nyanyian Penutup: NKB No. 207 Taat, Setia, Bertekad yang Bulat
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu Di Atas Gelombang.