Obor Pemuda GMIM
MENU
Renungan Obor Pemuda GMIM, 27 Februari 2026 - Obor Pemuda GMIM

Renungan Obor Pemuda GMIM, 27 Februari 2026

PENANTIAN TIDAK AKAN SIA-SIA BERSAMA TUHAN

"Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi."

— MAZMUR 130:6

PENANTIAN TIDAK AKAN SIA-SIA BERSAMA TUHAN

Sobat Obor,

Menunggu adalah bagian dari hidup yang sering kali tidak disukai oleh berbagai kalangan, terutama oleh pemuda. Tidak ada yang menyukai yang namanya menunggu, dalam hal apapun itu. Apalagi kita hidup di zaman serba cepat, di mana hasil instan menjadi standar. Begitu juga ketika doa belum dijawab, rencana belum terwujud, atau masa depan terasa tidak pasti, menunggu bisa menjadi pengalaman yang melelahkan.

Pemazmur menggambarkan penantian jiwanya kepada Tuhan seperti seorang penjaga yang menantikan pagi. Penjaga malam tahu satu hal dengan pasti: pagi pasti datang, la mungkin lelah, mengantuk, dan dingin, tetapi ia tetap berjaga dengan pengharapan yang teguh. Gambaran ini mengajarkan bahwa menanti Tuhan bukanlah penantian tanpa kepastian, melainkan penantian yang penuh keyakinan.

Penantian sering kali dipenuhi kecemasan. Kita menanti kejelasan masa depan, pekerjaan, pasangan hidup, atau pemulihan luka batin. Ketika penantian terasa panjang, iman bisa melemah dan kita tergoda mencari jalan pintas. Namun Mazmur 130:6 menegaskan bahwa penantian kepada Tuhan memiliki dasar yang kuat, karena Tuhan setia pada janji-Nya. Menanti Tuhan berarti tetap percaya meski belum melihat hasil. Ini bukan sikap pasif, melainkan sikap iman yang aktif---tetap berdoa, tetap taat, dan tetap berharap. Penantian membentuk kedewasaan rohani, mengajar kita berserah, dan memperdalam relasi dengan Tuhan. Sebagai obor pembangunan GMIM, belajarlah menanti Tuhan dengan iman seperti penjaga menantikan pagi. Jangan menyerah atau mencari jalan pintas saat jawaban belum datang. Jangan mengisi penantian dengan keluhan melaikan isi masa penantian dengan doa, firman, dan ketaatan. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah terlambat. Pada waktu-Nya, terang akan datang, dan penantianmu tidak akan sia-sia. Amin (SIS)