Obor Pemuda GMIM
MENU
Renungan Obor Pemuda GMIM, 28 Februari 2026 - Obor Pemuda GMIM

Renungan Obor Pemuda GMIM, 28 Februari 2026

KASIH SETIA TUHAN DAN PEMBEBASAN-NYA

"Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya."

— MAZMUR 130:7-8

KASIH SETIA TUHAN DAN PEMBEBASAN-NYA

Sobat Obor,

kita hidup di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Banyak hal yang kita harapkan sering tidak berjalan sesuai rencana. Kegagalan, kesalahan, dan rasa kecewa bisa membuat kita kehilangan harapan.

Mazmur 130:7-8 menjadi seruan yang kuat bagi setiap umat untuk mengarahkan kembali pengharapan kepada Tuhan. Pemazmur tidak hanya berbicara kepada dirinya sendiri, tetapi mengajak seluruh umat untuk berharap kepada Tuhan. Harapan ini bukan harapan kosong, melainkan berdasar pada dua hal penting: kasih setia Tuhan dan pembebasan-Nya. Kasih setia Tuhan tidak bergantung pada kesetiaan manusia. Sekalipun manusia sering jatuh dalam dosa dan kesalahan, Tuhan tetap setia mengasihi.

Sobat Obor, ayat ini membawa penghiburan besar. Banyak pemuda hidup dalam bayang-bayang masa lalu---keputusan salah, kegagalan, atau dosa yang menimbulkan rasa bersalah. Mazmur 130:8 menegaskan bahwa Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga membebaskan, la melepaskan manusia dari ikatan dosa dan rasa bersalah yang membelenggu hidup. Pembebasan Tuhan bukan hanya perubahan keadaan, tetapi perubahan hidup. Tuhan membebaskan kita supaya kita hidup sebagai pribadi yang baru. Dalam konteks iman Kristen, pembebasan ini digenapi melalui karya Yesus Kristus yang menebus manusia dari dosa. Karena itu, pengharapan kita tidak lagi terikat pada diri sendiri, tetapi pada Tuhan yang setia. Di mana kamu meletakkan pengharapanmu hari ini, dan apakah kamu sudah hidup sebagai pemuda yang dibebaskan oleh Tuhan? Sebagai pemuda, letakkan pengharapanmu sepenuhnya kepada Tuhan, bukan pada kemampuan atau masa lalu. Terimalah kasih setia dan pembebasan Tuhan dengan iman. Hiduplah sebagai pribadi yang telah dibebaskan dan tinggalkan dosa, bangkit dari kegagalan, dan berjalan dalam ketaatan setiap hari. Yakin Tuhan pasti akan menolong dan memampukan. Amin (SIS)