"Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,"
— Kisah Para Rasul 2:44
Orang Percaya Harus Hidup Bersatu
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita mungkin pernah memperhatikan sekelompok burung yang terbang dalam formasi yang indah. Mereka tidak terbang sendiri-sendiri, melainkan tetap bersatu dalam satu tujuan yang sama. Ketika satu burung kelelahan, yang lain akan mengambil posisi di depan untuk memecah angin. Ketika ada yang tertinggal, seluruh kelompok akan memperlambat tempo hingga semua dapat mengikuti. Tidak ada yang merasa lebih penting atau lebih kuat dari yang lain. Semuanya bergerak dalam harmoni yang sempurna, berbagi beban perjalanan yang panjang.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman hari ini mencatat tentang kehidupan jemaat mula-mula yang menginspirasi tentang bagaimana hidup persekutuan orang percaya. Ayat ini menggambarkan bukan hanya keharmonisan sosial, tetapi juga kesatuan hati yang lahir dari iman yang sama. Kesatuan yang dimaksud bukanlah sekadar tidak bertengkar atau hidup rukun secara lahiriah, melainkan berbagi kehidupan secara total dalam Yesus Kristus. Jemaat mula-mula ini menunjukkan bahwa kesatuan sejati terletak pada kerelaan untuk saling memiliki dan dimiliki dalam persekutuan iman. Kesatuan ini terus relevan sebab di tengah perpecahan yang mudah terjadi, kita membutuhkan pengingat akan panggilan hidup bersama. Persekutuan yang sejati bukan sekadar konsep rohani atau ideal yang muluk, tetapi adalah panggilan untuk bertindak, untuk hidup dengan cara yang mencerminkan kasih Yesus Kristus dalam hubungan nyata sehari-hari.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kesatuan bukan hanya tentang apa yang kita rasakan, tetapi juga tentang apa yang kita wujudkan dalam tindakan nyata. Ketika kita berani berkomitmen dalam persekutuan, kesatuan itu menghasilkan kekuatan dalam kebersamaan kehidupan kita. Tantangannya bagi kita hari ini adalah harus melihat kesatuan ini sebagai sebuah pilihan wajib yang harus diperjuangkan setiap hari. Bagaimana kita dapat mewujudkan kesatuan yang sejati dalam konteks gereja dan masyarakat saat ini? Bagaimana kita dapat menjadikan "kepunyaan bersama" ini selalu segar dan transformatif dalam hidup kita bersama? Mari renungkan dan terapkan kesatuan ini setiap hari mulai dari keluarga kita, menerapkan dalam setiap interaksi dan keputusan kita. Dengan demikian, sebagai keluarga Kristen tidak hanya menikmati persekutuan, tetapi juga menjadi saksi hidup dari kasih Yesus Kristus yang mempersatukan dan membarui. Amin.
Doa
Doa: Ya Tuhan Allah yang Mahakasih, tolonglah kami memelihara kesatuan di antara kami sebagai umat-Mu, sehingga kami dapat tetap bersatu dalam iman dan berbagi kehidupan dengan sesama, menjadikannya selalu baru dalam kehidupan kami yang memancarkan kasih di mana pun kami berada. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.