"Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya."
— Mazmur 130:5
Menantikan Pertolongan Tuhan Allah
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Menunggu dan menanti adalah salah satu hal yang umumnya tidak disukai oleh orang. Penelitian oleh Eastwood (2012) menunjukkan bahwa menunggu tanpa stimulasi sering memicu kebosanan yang ditandai dengan kurangnya keterlibatan kognitif dan membuat perasaan waktu berjalan lambat. Menurut studi oleh Maister (1985) dalam teori manajemen antrean, menunggu yang tidak terduga atau tidak jelas durasinya dapat menyebabkan frustasi. Di sisi lain bagi individu dengan tingkat kesabaran yang tinggi atau kontrol diri yang baik cenderung menunggu dengan tenang. Penelitian tentang regulasi emosi (Gross, 1998) menunjukkan bahwa mereka yang mampu mengelola emosi lebih mungkin menerima situasi menunggu sebagai hal yang tidak terhindarkan.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman kita hari ini adalah ungkapan pemazmur yang menanti-nantikan Tuhan Allah. Kata Ibrani yang digunakan untuk menanti-nanti adalah qiwwiti dan qaweta dari akar kata yang sama. qawa. Kedua kata tersebut bermakna tindakan yang telah terus-menerus dilakukan. Sementara itu, kata Ibrani untuk jiwaku adalah nepesy yang artinya: jiwa, makhluk hidup, orang, umat. Jadi, maknanya adalah bukan hanya jiwa, melainkan keseluruhan diri dan hidup pemazmur terus-menerus menantikan Tuhan Allah dan firman-Nya. Menantikan firman Tuhan Allah di sini bermakna menantikan tindakan-Nya seturut kuasa-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tidak semua hal yang kita inginkan akan segera terwujud, bahkan ada yang tidak akan pernah terwujud. Ketika menantikan hal-hal yang dirancangkan Tuhan Allah maka dibutuhkan kesabaran. Kita harus mengakui bahwa kadangkala kita tidak sabar menantikan pertolongan dan pemulihan dari Tuhan Allah. Ada saat kita terlalu memaksa agar Tuhan Allah segera menjawab permohonan sesuai kenginan. waktu dan kemauan kita. Padahal sepatutnya kita harus memohonkan pertolongan-Nya dengan sabar menantikan pertolongan-Nya, sesuai dengan waktu dan rancangan-Nya. Penantian di dalam Tuhan Allah bukanlah suatu kesia-siaan. Dalam penantian itu kita diproses, dibentuk dan dirancang sedemikian rupa supaya kita siap menerima jawaban Tuhan Allah.
Firman Tuhan Allah dibutuhkan untuk memberi kita kekuatan dalam penantian tersebut. Tanpa kekuatan firman-Nya kita akan bosan dan tidak akan kuat untuk menunggu. Sebab kedagingan kita sering menggoda untuk berhenti berharap dan berjuang dengan kekuatan sendiri. Sebagai keluarga Kristen, ketika kita beribadah setiap hari maka kekuatan iman kita diarahkan dan dikuatkan untuk menantikan pertolongan dan pemulihan-Nya sesuai rencana dan waktu-Nya.
Doa
Ya Tuhan Allah, tolonglah agar kami memiliki kesabaran dan ketabahan dalam menantikan jawaban-Mu. Sebab terkadang ketika Engkau tidak menjawab sesugguhnya adalah jawaban. Berikanlah kami kepekaan untuk memahami dan kesabaran berharap agar kami mampu tetap hidup dalam firman-Mu. Dalan nama Yesus Kristus. Amin.