"Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus."
— 1 Korintus 1:12
Gereja Tidak Boleh Terbagi-Bagi
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 terdapat satu hak yang dijamin bagi semua warga negara, yakni kebebasan untuk berkumpul dan berserikat. Hak ini, sebagaimana dalam pasal 28 dan pasal 28.E ayat 3, memungkinkan warga negara untuk membentuk perkumpulan atau organisasi serta berkumpul secara damai untuk menyampaikan aspirasi atau kepentingan mereka. Hal ini sesungguhnya adalah baik, sebab menjamin kebebasan tiap-tiap individu dan kelompok kepentingan. Namun bagaimana bila hal ini terjadi di dalam satu jemaat yang adalah satu tubuh Yesus Kristus? Apa jadinya bila dalam satu jemaat muncul kelompok-kelompok dengan kepentingannya masing-masing?
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Perselisihan di tengah jemaat Kristen di Korintus nyata dalam munculnya kelompok-kelompok di dalam jemaat yang masing-masing berpusat pada figur yang mereka hormati secara khusus: golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas, dan golongan Kristus. Masing-masing kelompok meninggikan figur yang dipandang oleh masing-masing memiliki peran penting atau karunia khusus dalam jemaat. Paulus secara terbuka menyampaikan hal ini untuk membuka mata jemaat agar melihat keadaan mereka yang sesungguhnya dan keadaan tersebut jauh dari yang dikehendaki Tuhan Allah. Memang figur-figur yang disebutkan Paulus memiliki peran-peran yang sangat penting dalam gereja, bahkan berkontribusi besar dalam perkembangan gereja Kristen mula-mula.
Paulus dipandang sebagai seseorang yang telah menanam dan mendirikan jemaat. Apolos dipandang sebagai seseorang yang terdidik dan memiliki kemampuan retorika yang mumpuni dalam pengajaran Kitab Suci. Nama Kefas yang adalah nama lain dari Petrus sebagai rasul Yesus Kristus tentu saja dipandang memiliki peran yang sangat besar. Namun perselisihan tersebut telah bergerak ke arah yang membuat jemaat terbagi-bagi di bawah tokoh idola mereka masing-masing, sampai-sampai nama Yesus Kristus pun dipakai untuk menunjukkan kelompok dan kepentingan mereka sendiri.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Gereja Tuhan tidak boleh terbagi-bagi. Keluarga Kristen pun seharusnya tidak terbagi-bagi, melainkan ada dalam kesatuan sebagai tubuh Yesus Kristus. Yesus Kristus mengatakan, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan" (Matius 12:25). Maka, bagaimanakah keadaan kita hari-hari ini sebagai gereja-Nya, juga dalam keluarga kita masing-masing? Kita dipanggil untuk bersatu di dalam Yesus Kristus, di bawah panji-Nya, dalam agenda dan kepentingan-Nya. Hanya dengan demikian kita dapat hidup dalam damai sejahtera dan memuliakan nama-Nya. Amin.
Doa
Doa: Ya Tuhan Allah, tolonglah kami menundukkan diri di bawah kehendak-Mu dan bukan kehendak dan kepentingan kami sendiri atau kelompok-kelompok tertentu. Tolong kami erat bersatu di dalam Engkau, dalam nama Yesus Kristus, Amin.