Segala Sesuatu Yang Diajarkan Kepadamu Sungguh Benar
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus!
GMIM hari ini bersyukur karena Yesus Kristus Kepala Gereja terus menjaga, memelihara dan memberkati Gereja-Nya sehingga boleh merayakan HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke-195. Momentum ini mengajak kita untuk berefleksi dari perjalanan sejarah Penginjilan dan Pendidikan di tanah Minahasa yang ditabur oleh Riedel dan Schwarz. Komitmen dan ketaatan mereka menginjili dan mengedukasi rakyat yang berdomisili di tanah Minahasa menginspirasi GMIM untuk tidak berhenti mengabarkan Injil dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Sampai saat ini, pelayanan GMIM terus bergerak dan bertumbuh, baik secara kuantitas maupun kualitas, begitu pula dengan peran dalam dunia pendidikan mulai dari PAUD sampai Universitas. Walaupun dalam perjalanannya, GMIM tak pernah sepi dari tantangan dan pergumulan, tapi Roh Kudus terus meneguhkan, menopang dan menguatkan GMIM tetap menginjili dan meningkatkan mutu pendidikan.
Kita harus terus belajar dari komitmen dan ketaatan Riedel dan Schwarz. Patut kita teladani apa yang mereka lakukan, bukan untuk mencari posisi dan kedudukan sosial serta kekayaan materi. Mereka memberi diri melayani dalam kehambaan sebagai ucapan syukur atas keselamatan yang telah dikerjakan Yesus Kristus bagi dunia sampai menghembuskan nafas terakhir di tanah Minahasa.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus!
Kitab Lukas ditujukan kepada Theofilus yang mulia. Sebutan 'yang mulia' menjelaskan bahwa Teofilus (Sahabat Allah) adalah seorang yang memiliki jabatan tinggi. Lukas menegaskan bahwa sudah banyak orang yang berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa/kenyataan tentang kehidupan Yesus Kristus. Kisah tentang kehidupan Yesus Kristus telah disampaikan kepada kita oleh mereka, yang adalah saksi mata dan pelayan Firman (ay.1-2).
Saksi mata adalah mereka yang mendengar langsung pengajaran Yesus Kristus dan melihat mujizat-mujizat-Nya. Ketika Lukas menulis, kebanyakan orang Kristen sudah tahu segalanya tentang kehidupan Yesus Kristus, baik dari cerita lisan yang disampaikan oleh para pengikut pertama (saksi mata), maupun dari biografi yang telah ditulis sebelumnya. Maka bagi Lukas, sejarah kehidupan Yesus Kristus harus ditata dengan baik, sehingga dia berusaha melakukan penyelidikan dengan saksama (teliti, cermat, tepat dan benar) dan mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur (ay.3).
Kata 'teratur' (καθεξῆς: kathexēs: secara berurutan/berturut-turut/sistematis) berarti memperhatikan urutan waktu, ruang dan logika. Bagi Lukas, sejarah bukan hanya banyaknya kejadian-kejadian yang bersifat kebetulan atau sebagai hasil dari suatu seri keadaan-keadaan, tetapi sebagai penggenapan rencana Ilahi; itu juga sebagai penggenapan nubuat.
William Barclay mengatakan: 'Injil Lukas merupakan dokumen yang diilhamkan dan sekalipun demikian ia memulainya dengan menegaskan bahwa Injil ini adalah hasil dari penyelidikan sejarah yang paling teliti.' Sebab pengilhaman Tuhan Allah tidak datang kepada orang yang duduk dengan tangan dilipat dan pikiran yang malas dan hanya menunggu, tetapi kepada orang yang berpikir, mencari dan menyelidiki.
Jadi, kalau ingin mendapatkan kebenaran dari Tuhan Allah, tidak cukup hanya berdoa dan menunggu. Kita juga harus berusaha dengan belajar, berpikir dan merenungkan Firman-Nya. Lukas mengirimkan Injil ini kepada Teofilus supaya ia mendapatkan pengertian yang tepat dan meyakini bahwa Firman yang disampaikan kepadanya sungguh benar/dapat dipercaya (ay.4). Jadi Injil Lukas, ditulis bagi Teofilus untuk memberi kepastian dan memahami kebenaran yang sejati.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus!
Tema khotbah saat ini: "Segala Sesuatu yang Diajarkan Kepadamu Sungguh Benar" menegaskan bahwa kebenaran Injil merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam Pekabaran Injil dan Pendidikan. Kebenaran adalah sesuatu yang otentik dalam kehidupan beriman, sebab kebenaran tidak dapat disalahkan apalagi disembunyikan.
Sebab ada banyak orang, termasuk orang Kristen, yang tidak yakin tentang kebenaran dan kesempurnaan Kitab Suci, otoritasnya, kepastian kemanusiaan dan keilahian Yesus Kristus, historisitas kisah-kisah dalam Alkitab. Sepanjang sejarah kehidupan, kecerdasan manusia terbukti telah mewarnai banyak hal, bahkan mengubah perilaku dan budaya dalam skala global. Bagi kita orang percaya, kita pun dapat mengarahkan kecerdasan yang Tuhan Allah berikan untuk berbagai tujuan yang mulia, termasuk dalam hal pekabaran Injil bagi mereka yang belum percaya.
Jadi, Lukas 1:1-4 mengajarkan tentang pentingnya mencari kebenaran dan menjadi saksi yang setia. Sebagai Gereja, kita memiliki tanggungjawab untuk menyebarkan kebenaran Injil dan mengukuhkan iman orang lain melalui perkataan dan tindakan. Sehingga orang lain dapat melihat dan percaya bahwa segala sesuatu yang diajarkan dan disampaikan sungguh benar.
Kita perlu menyadari, bahwa setiap tulisan atau berita yang kita publikasikan pasti akan mempengaruhi orang lain. Marilah kita memastikan kebenaran Injil yang akan kita sampaikan dan menuliskannya dengan teratur (kathexēs sistematis) agar siapapun yang membacanya, imannya dapat dikuatkan dalam pengenalan kepada Yesus Kristus.
Jemaat yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus!
Di HUT ke-195 Pekabaran Injil & Pendidikan Kristen saat ini, kita dinasihati agar memahami tentang kebenaran Firman Tuhan Allah sebagai sesuatu yang sangat vital! Karena itu, marilah kita belajar Firman-Nya, mendalaminya melalui penelaahan Alkitab, membaca makalah, jurnal-jurnal, buku-buku teologi dan mendengar melalui youtube, tv serta media sosial tentang injil dan pendidikan.
Sebagai orang percaya, kita membutuhkan ajaran yang sangat akurat dan benar. Karena itu, marilah sebagai Gereja, sebagai Pelayan Khusus mempersiapkan bahan khotbah dan renungan dengan baik. Dan dalam dunia pendidikan menyiapkan materi dengan akurat dan benar sebagai pengajaran yang memberi pengetahuan dan membangun iman warga gereja.
Sebagaimana tema perenungan MTPJ bulanan di perayaan HUT ke-195 Pekabaran Injil & Pendidikan Kristen saat ini, "Penginjilan dan Pendidikan dalam Kehambaan yang Mengucap Syukur" yang menekankan pentingnya penginjilan dan pendidikan yang berakar pada kasih Yesus Kristus. Penginjilan sebagai upaya memberitakan Injil lewat kata dan tindakan yang dilakukan dengan sikap hati sebagai hamba dan ucapan syukur, sehingga memberikan pengaruh pada kehidupan keluarga, jemaat dan masyarakat serta lingkungan.
Berhubungan dengan pendidikan, melalui kemajuan IPTEK, dunia pendidikan selalu berdinamika, ada tantangan menghadang tetapi juga memiliki peluang yang luar biasa. Maka dalam menciptakan generasi yang berdaya saing, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, teknologi dan masyarakat sangat penting. Investasi dalam infrastruktur pendidikan, pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang relevan harus menjadi prioritas.
Selain itu, pendekatan yang mengedepankan keseimbangan antara teknologi dan pengembangan karakter akan menciptakan pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dan etis. Sebab pendidikan bertujuan untuk membentuk karakter, mental dan sikap hati sebagai hamba bagi generasi muda. Dan sebagai orangtua, guru dan Pelayan Khusus kita harus menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus.
Dengan demikian, pendidikan dapat benar-benar menjadi alat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Karena segala sesuatu yang diajarkan kepadamu, melalui Kitab Suci dan para Penginjil sungguh benar. Amin.


