GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-08-31

Renungan Obor Pemuda GMIM, 1 September 2025

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar."

— Keluaran 23:1

Jangan Bersaksi Palsu

Sobat Obor,

John Calvin pernah berkata: "A false testimony
is not only an injustice, but a sacrilege; for it profanes truth,
which is the peculiar treasure of God." Terjemahannya adalah
"Saksi palsu bukan hanya ketidakadilan, tetapi juga penistaan; karena
dia mencemari kebenaran, yang adalah harta khas dari Allah." Calvin
menyamakan dusta dengan merusak kekudusan Tuhan sendiri, karena
Allah adalah sumber kebenaran. Kita sering mengganggap tindakan seperti
terbohong masuk dalam beberapa kategori yang bisa dimaklumi. Kita
mungkin sering bercanda dengan istilah: dosa kecil, jadi boleh-boleh saja
atau kecenderungan untuk menganggap diri sebagai manusia berdosa,
makanya kebanyakan kita menjadikan pemahaman seperti ini sebagai
pembenaran atas apa yang kita lakukan itu.

Dalam Perjanjian Lama, perihal berbohong atau menyebarkan kabar
bohong, saksi yang tidak benar sudah menjadi hal yang serius dalam
penegakan hukum Allah. Dalam Taurat, kita mengenalnya sebagai hukum
moral. Artinya hukum ini masih tetap relevan dari dulu sampai sekarang.
Dalam pemahaman jaman anugerah karena Kristus, seperti kata Calvin,
melakukan tindakan seperti ini merusak kekudusan Tuhan. Sayangnya,
perihal berbohong ini seperti sudah menjadi sahabat manusia. Coba
renungkan, berapa kali kita berbohong dalam sehari? Menurut penelitian
psikologi, manusia pada umumnya berbohong minimal dua kali sehari. Ini
untuk ukuran orang pada umumnya, bukan yang benar-benar jujur atau
yang suka membohong. Nah, bayangkan berapa kali dalam setahun kita
berbohong? Dan kalau dikalikan dengan umur kita sekarang, kita mungkin
akan merasa malu ketika berhadapan dengan fakta ini. Perenungan
ini mengajak kita untuk berjuang untuk melawan tindakan berbohong,
termasuk menghilangkan pemahaman tentang berbohong adalah kategori
dosa kecil. Sebagai anak-anak terang, perlu sekali kita menganggap diri
kita sebagai orang pilihan, anak-anak Tuhan, dan ahli waris kerajaan Sorga,
agar kita terhindar dari dosa ini. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 1/9/2025