GMIM

OBOR PEMUDA · 2026-06-09

Renungan Obor Pemuda GMIM 10 Juni 2026 Mazmur 92:7-10 Cepat Tumbuh, Cepat Layu

Mazmur 92:7-10

Orang bodoh tidak akan mengetahui, dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu. Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya. Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya Tuhan! Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya Tuhan, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan dicerai-beraikan.

— Mazmur 92:7-10

CEPAT TUMBUH, CEPAT LAYU

Sobat Obor,

Pemandangan di sekitar kita sering kali menampilkan kenyataan yang membingungkan: orang-orang yang tidak peduli pada Tuhan atau bahkan menghalalkan segala cara justru tampak hidup makmur dan kariernya melejit cepat. Fenomena ini digambarkan oleh pemazmur dengan sangat tepat; mereka "bertunas seperti rumput". Rumput memang punya karakter tumbuh yang sangat kilat, hijau dengan sangat mudah, dan tampak menutupi permukaan tanah dalam waktu singkat. Namun, di balik tampilan yang cepat dan menggiurkan itu, rumput tidak memiliki akar yang dalam dan kekuatan untuk bertahan lama.

Mazmur ini menjelaskanmtpj/mtpj-gmim-7-13-juni-2026-memberitakan-kasih-setia-di-waktu-pagi-dan-kebenaran-di-waktu-malam-mazmur-92-1-16 bahwa kemakmuran orang fasik bukanlah tanda restu Tuhan, melainkan sebuah kesementaraan yang menipu. Mengapa mereka kelihatan makmur? Karena mereka tumbuh tanpa prinsip, namun pertumbuhan itu tujuannya adalah untuk dimusnahkan sampai selama-lamanya. Mereka tampak hebat di permukaan, tetapi sebenarnya sedang menuju kehampaan karena terpisah dari sumber kehidupan yang kekal. Sebaliknya, kedaulatan Allah tetap menjadi standar tertinggi; Dia adalah Sang Mahatinggi yang melihat segala sesuatu dari perspektif kekekalan, bukan sekadar tren sesaat.

Sebagai obor pembangunan, kita jangan sampai kena amnesia rohani dan menjadi iri dengan kesuksesan instan milik orang lain. Fokuslah pada pertumbuhan yang berakar kuat pada firman Tuhan, karena meskipun jalan kebenaran mungkin terasa lebih lambat, akhir ceritanya adalah kemenangan yang abadi bersama Sang Penebus. Ingatlah, jangan pernah menjual imanmu atau menjual Tuhan Yesus hanya demi mengejar harta dan kesuksesan sementara yang akan layu seperti rumput. Kalau mau jujur, banyak anak muda Kristen yang menjual Tuhan Yesus karena tawaran materi dunia yang fana. Sungguh menyedihkan! Apa gunanya memiliki dunia jika kita kehilangan hubungan dengan Sang Penyelamat jiwa? Tetaplah setia dalam kehambaan yang mengucap syukur, karena hanya di dalam Dia masa depan kita benar-benar aman. Amin (DLW)

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 9/6/2026