Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.
— Mazmur 92:11-12
DITINGGIKAN
Sobat Obor,
Bayangkan seekor banteng yang berdiri tegak dengan tanduknya yang kokoh; ia tidak mudah digoyahkan oleh serangan apa pun yang datang di depannya. Seperti itulah gambaran kekuatan yang Tuhan janjikan bagi kita saat dunia mencoba menekan dan menguras energi kita melalui kritik atau kegagalan. Pemazmur menggunakan simbol tanduk dan minyak bukan sekadar hiasan kata, melainkan jaminan bahwa ketangguhan kita tidak berasal dari ambisi pribadi, melainkan dari kedaulatan Allah yang sanggup memulihkan posisi umat-Nya.
Secara teologis, kita sering kali diperhadapkan pada realitas yang bertentangan: mengapa orang percaya terkadang tampak lebih banyak mengalami kegagalan atau kesulitan dibandingkan orang fasik yang seolah terus beruntung? Mazmur ini mengingatkan bahwa kekuatan orang percaya tidak diukur dari ketiadaan masalah, melainkan dari urapan minyak segar yang memulihkan batin di tengah pergumulan. Kegagalan di mata dunia sering kali merupakan cara Tuhan untuk menghancurkan kesombongan diri kita agar kita benar-benar mengandalkan kuasa-Nya. Tanduk kita ditinggikan bukan supaya kita menjadi sombong, tetapi agar kita memiliki ketahanan iman yang melampaui kemujuran duniawi yang fana.
Sobat obor, sebagai generasi muda di tengah jemaat, kita dipanggil untuk tidak lagi mengandalkan otot sendiri atau merasa iri pada keberhasilan orang lain yang mengabaikan Tuhan. Kenyataan di sekitar kita, banyak sekali generasi muda yang menggantungkan diri pada kekuatan fisik, kekerasan yang semuanya berakar dari ego manusia. Jika hari ini kamu merasa lelah karena beban hidup yang menindih dan sepertinya tak pernah berhenti, atau merasa gagal dibandingkan temanmu, datanglah pada Tuhan untuk menerima urapan yang menyegarkan itu. Ingatlah bahwa kemenanganmu sudah dijamin oleh tangan Tuhan yang membentukmu; tugasmu hanyalah tetap menanamkan diri dalam hadirat-Nya dan menyaksikan bagaimana kuasa-Nya mencerai-beraikan segala kekhawatiranmu. Amin (DLW)


