Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita.
— Mazmur 92:13-14
BERTUNAS DI PELATARAN ALLAH
Sobat Obor,
Pernahkah kita mengamati sebuah pohon besar tetap teguh berdiri meski diterjang angin kencang? Rahasianya bukan pada batang yang besar, melainkan pada akar yang mencengkeram kuat di dalam tanah. Dalam Mazmur hari ini, pemazmur menggunakan filosofi pohon korma dan pohon aras di Libanon untuk menggambarkan kehidupan orang benar. Kedua pohon ini bukan sekadar tanaman biasa, melainkan simbol ketangguhan di tengah lingkungan yang ekstrem. Pohon korma memiliki keunikan karena mampu bertahan di padang gurun yang gersang dengan cara menghujamkan akarnya sangat dalam untuk mencari sumber air. Sementara pohon aras Libanon dikenal karena kayunya yang sangat kuat dan tidak mudah busuk.
Filosofi ini mengajarkan bahwa kekuatan kita sebagai orang percaya tidak ditentukan oleh situasi luar yang mungkin sedang sulit, melainkan oleh kedalaman akar iman kita. Kita tidak akan bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat jika tidak memiliki sumber kehidupan yang jelas. Sobat obor, kunci pertumbuhan ini tertulis pada ayat 14: mereka "ditanam di bait Tuhan". Ini adalah pernyataan teologis yang mendasar. Menjadi hamba yang mengucap syukur berarti memastikan hidup kita tidak ditanam di tanah yang salah. Banyak anak muda saat ini menanamkan harga diri mereka pada hal yang rapuh, seperti popularitas media sosial atau harta benda. Mazmur ini mengingatkan bahwa hanya di dalam hadirat Tuhan kita menemukan nutrisi yang tepat untuk bertumbuh.
Sebagai Pemuda GMIM, mari kita evaluasi di mana kita menanamkan hidup. Jangan hanya ingin terlihat sukses instan seperti rumput yang cepat tumbuh tapi tak berakar. Sebaliknya, kejarlah pertumbuhan seperti korma dan aras yang butuh waktu, namun memiliki ketahanan luar biasa. Manfaatkan masa muda untuk rajin beribadah dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus. Ketika kita tertanam di dalam-Nya, maka di mana pun kita ditempatkan, hidup kita akan bertunas di pelataran Allah dan menjadi berkat. Amin (DLW)


