Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
— Mazmur 92:15-16
KESAKSIAN YANG TETAP SEGAR
Sobat Obor,
Seringkali kita berpikir bahwa masa muda adalah puncak dari segalanya, sementara masa tua atau masa depan yang jauh hanyalah sisa-sisa waktu yang tidak lagi produktif. Namun, Mazmur ini memberikan penutup yang luar biasa indah: "Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar." Secara teologis, ini adalah jaminan bahwa penyertaan Tuhan tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Menjadi hamba yang mengucap syukur berarti memiliki kualitas hidup yang konsisten tidak hanya bersemangat di awal, tetapi tetap memberikan dampak hingga akhir perjalanan hidup. Gambaran hidup yang tetap segar dan penuh 'getah' (tanda kesuburan pohon) adalah jawaban atas kelelahan mental atau burnout yang sering dialami anak muda saat ini.
Banyak dari kita merasa layu di usia muda karena terus-menerus mengejar pengakuan dunia yang kering. Namun, ayat 16 memberikan rahasia agar kita tetap relevan dan kuat: untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar. Ketika tujuan hidup kita adalah memuliakan Tuhan, maka energi kita tidak akan pernah habis. Hidup kita menjadi bukti hidup bahwa Tuhan adalah Gunung Batu yang tidak akan pernah goyah oleh perubahan zaman.
Sebagai Pemuda GMIM, mari kita tutup pekan ini dengan sebuah komitmen baru. Jangan hanya menjadi pemuda yang berapi-api di hari Minggu namun kehilangan getah iman di hari Senin. Jadikan setiap pencapaian, studi, dan karyamu sebagai sarana untuk memberitakan keadilan Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan tidak memanggil kita untuk sekadar menjadi sukses, melainkan untuk menjadi setia. Selama kita tetap melekat pada Gunung Batu kita, maka hidup kita akan terus berbuah dan tetap segar, menceritakan kebaikan-Nya bagi setiap generasi yang kita temui. Amin (DLW)


