"Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: ”Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu…….."
— Yohanes 8:30-36
Kebenaran Yang Memerdekakan
Sobat Obor, Terimalah salam kebangsaan kita, merdeka!
merdeka! merdeka! Suatu ungkapan yang lahir dari semangat
perjuangan yang dilewati dengan air mata, darah yang tercurah
dari para pahlawan bangsa, serta suasana yang penuh kegembiraan
karena telah bebas dari perbudakan dan penjajahan dari bangsa lain. Hari
ini dalam lintasan waktu sejarah sebagai suatu bangsa yang merdeka
kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun.
Suatu perjalanan waktu yang panjang dengan melalui berbagai macam
tantangan dan hambatan sekaligus juga menikmati kemajuan dan
keberhasilan yang telah di raih sebagai suatu bangsa. Masih ada banyak
harapan sebagai suatu bangsa untuk diwujudkan agar generasi bangsa
benar-benar akan menikmati masa kegemilangan sebagaimana harapan
menuju Indonesia Emas di tahun 2045 tercapai. Memang secara jujur
harus kita akui hal itu tidaklah mudah sekalipun sebagai suatu bangsa kita
memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Terakhir kita mendengar dan juga
Melihat ditemukannya kandungan uranium sebesar 24 ribu di Kabupaten
Melawi, Kalimantan Barat. Inilah kekayaan bangsa Indonesia yang
seringkali membuat bangsa lain cemburu. Kecemburuan yang seringakali
berubah menjadi bencana karena mempergunakan segala cara untuk
Mengambilnya. Tak jarang mereka mempergunakan orang-orang kita
sendiri dari bangsa ini, yang kemudian disuap dan mau diajak korupsi, untuk
mencapai tujuan mereka memiliki kekayaan kita. Belum lagi orang-orang
sebangsa kita sendiri yang mengambil keuntungan dengan cara-cara
yang tidak benar dan kemudian menyusahkan banyak orang dan akhirnya
menyusahkan bangsanya sendiri. Benarlah ungkapan sang Proklamator
Soekarno bahwa perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.
Sobat obor, dalam bacaan kita di sepanjang minggu berjalan ini, kita
membaca bagaimana Tuhan Yesus mengatakan, bahwa hanya hidup
dalam kebenaran di dalam firman-Nya dan tinggal dalam Dia, maka seseorang barulah dapat dikatakan merdeka. Kemerdekaan adalah hidup
benar dengan tidak menjadi hamba dosa yang terus menerus berbuat dosa
dan tidak sadar akan dosanya. Penulis Injil Yohanes memulainya dengan
ungkapan di ayat 30 setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak
orang percaya (Yun. pisteuo, mempunyai iman yang kuat) kepada-Nya.
Banyak orang yang percaya termasuk orang Yahudi kemudian mendengar
pernyataan Yesus di ayat 31-32, jikalau kamu tetap (Yun. meno, tinggal)
dalam firman-Ku (logos, dapat juga diartikan sebagai ajaran-Ku),
kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui (Yun.
ginosko, mengenal) kebenaran, dan kebenaran (Yun. aletheia, dapat
juga diartikan kejujuran) itu akan memerdekakan (Yun. eleuthero,
membebaskan) kamu. Ungkapan Yesus ini kemudian tidak dimengerti oleh
mereka sehingga menghadirkan pertanyaan sebagaimana yang dikatakan
di ayat 33 bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan bukan hamba,
sehingga mereka sekarang tidak sedang diperbudak dan hidup merdeka.
Maka Yesus kemudian memberikan pengertian kepada mereka dengan
jawaban di ayat 34-36 bahwa kemerdekaan bukan tentang status mereka
sebagai suatu bangsa dan keturunan tetapi lebih kepada suatu keadaan
hidup dalam keberdosaan, hidup dalam dosa bahkan dikuasai oleh dosa
sehingga mereka menjadi hamba dosa. Oleh karena itu maka kehadiran
Yesus akan membebaskan dan memerdekakan mereka dari segala dosa,
agar mereka benar-benar merdeka. Suatu kemerdekaan yang sejati.
Sobat obor, sebagai orang muda yang beriman dan percaya kepada Tuhan
Yesus Kristus maka kita diingatkan bagaimana hidup sebagai orang yang
merdeka. Bahwa kemerdekaan yang telah dianugerahkan oleh Tuhan
melalui karya selamat-Nya di kayu salib tidak membuat kita seenaknya
melakukan dosa dan kemudian diperhamba oleh dosa. Karya selamat-Nya
telah menghadirkan kebebasan dari dosa dan oleh-Nya kita hidup dengan
melakukan kebenaran dalam dunia ini.
Jadilah orang benar yang terus menerus memperkatakan dan melakukan
kebenaran, sekalipun mungkin banyak orang di sekitarmu melakukan
kebohongan serta memalsukan banyak hal. Jadilah orang muda yang
menghadirkan terang Kristus di tengah bangsa ini sekalipun mungkin di
sekitarmu awan kegelapan seolah-olah ingin menelanmu. Jadilah orang
muda yang benar dengan terus memperjuangkan kebaikan dengan
melakukan hal-hal yang mendatangkan berkat dan sejahtera serta
kedamaian bagi bangsa ini. Amin
