GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-08-17

Renungan Obor Pemuda GMIM, 18 Agustus 2025

"Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya."

— Yohanes 8:30

Menjadi Percaya

Sobat Obor, belajar untuk percaya adalah satu di antara tugas
hidup yang paling sulit (Isaac Watts). Kalimat ini hendak
mengingatkan kita bahwa untuk menjadi percaya tidaklah
mudah. Sebab untuk menjadi percaya terkadang seseorang membutuhkan
pembuktian baik dilihat secara langsung ataupun dalam perkembangan
teknologi sekarang mendengar dan melihat dengan rekaman suara
ataupun video. Ada juga orang yang sulit untuk percaya karena ia pernah
mengalami trauma di masa lalu akibat perlakuan orang lain terhadap
dirinya. Sehingga apapun perkataan ataupun bentuk-bentuk perlakuan
yang menandakan seseorang telah berubah tidak mudah membuat
seseorang menjadi percaya bahwa orang yang pernah menyakitinya telah
berubah. Apalagi ketika kita berbicara tentang janji dan komitmen yang
di ingkari dalam kehidupan yang dijalani. Akan sulit seseorang mendapatkan
kepercayaan terhadap kebohongan-kebohongan yang terjadi di masa lalu.

Sobat obor, di hari ini kita diingatkan kembali bahwa mungkin banyak
orang dalam kehidupan saat ini yang dengan tega memperlakukan kita
dengan tidak adil dan tidak benar. Tetapi Tuhan Yesus adalah pribadi yang
mengasihimu dan akan terus menyatakan kebaikan-Nya kepadamu. Oleh
karena itu jangan pernah berpaling dari pada-Nya dengan mengingkari-
Nya, dengan melupakan-Nya apalagi menjadi tidak percaya.

Sobat Obor, firman mengingatkan kita sebagai orang muda bahwa iman
percaya kita kepada Tuhan hadir saat hidup mendengar perkataan-Nya.
Orang muda yang rindu dan rajin membaca, mendengar dan melakukan
yang Yesus inginkan adalah orang muda yang percaya dengan sungguh
kepada Tuhan Yesus. Sebagaimana ungkapan pujian berjudul Pribadi
Yang Mengenal Hatiku yang berkata, s'perti rusa yang haus rindu aliran
sungai-Mu, hatiku tak tahan menunggu-Mu. Bagai tanah gersang menanti
datangnya hujan, begitupan jiwaku Tuhan. Suatu ungkapan yang hendak
menggambarkan kerinduan orang benar kepada Tuhan yang ia percayai,
kerinduan yang mendalam yang tak terbendung karena cintanya yang
kuat terhadap Tuhannya. Sehingga dia merasakan hampa atau kosong jika
juh dari Tuhan dalam kehidupan yang dijalani. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 18/8/2025