GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-09-18

Renungan Obor Pemuda GMIM, 19 September 2025

"Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku."

— Matius 25:44-45

Mengasihi Lewat Tindakan Nyata

Sobat Obor,

Pernah tidak kita mendengar ada orang
mengungkapkan perasaan cintanya lewat kata-kata "I love you"
tapi dalam tindakannya dia sama sekali tidak mencerminkan
cintanya itu. Bilang sayang, tapi cuek. Bilang peduli, tapi saat kita butuh dia
hilang.

Yesus tidak mengajarkan kasih hanya sebatas teori. Dia mengajarkan kita
kasih yang bisa dilihat, dirasakan, dapat menyentuh orang lain. Dan bagian
firman hari ini sangat menyentuh kehidupan kita, karena Yesus berkata
bahwa kasih kepada-Nya dibuktikan lewat tindakan kasih dan kepedulian
kita pada orang lain terutama bagi mereka yang sering terluput dari
perhatian kita. Yesus dalam ayat ini sedang berbicara tentang penghakiman
terakhir saat semua bangsa dikumpulkan. Orang-orang yang dihukum
bukan karena mereka melakukan kejahatan besar, tapi karena mereka
tidak melakukan apa-apa. Kasih sejati bukan kasih yang pasif. Kalau kita
memiliki kasih Kristus, itu akan mendorong kita untuk bertindak. Yesus tidak
berkata bahwa Dia adalah Raja yang tidak dapat dijangkau, tapi Yesus
menyatakan kehadirannya lewat berkata Aku adalah orang lapar itu". Aku
adalah orang asing itu. Aku adalah orang yang kamu abaikan. Artinya
ketika kita mengabaikan orang lain kita sedang mengabaikan Tuhan. Ketika
kita menolak untuk peduli pada orang lain yang butuh, kita juga sementara
menolak Yesus sendiri. Yesus berkata segala sesuatu yang tidak kamu
lakukan untuk yang paling hina ini, kamu tidak juga melakukannya untuk
aku.

Sobat Obor,

Kasih yang tidak sampai pada tindakan adalah bukanlah
kasih yang sejati. Hal-hal sederhana seperti memberi makan yang lapar
mengunjungi mereka yang sakit mendukung mereka yang lemah adalah
tindakan kecil yang bisa jadi bukti kasih yang besar. Kasih Tuhan yang
menyelamatkan kita bukan untuk disimpan tapi untuk dibagi dan cara
paling indah untuk berbagi adalah dengan mewujudkannya dengan
tindakan nyata. Lebih baik 1 kasih lewat tindakan nyata yang nyata daripada 1000 kasih sebatas ucapan belaka. Amin (SM).

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 19/9/2025