tanggal_mulai: "2026-06-02"
"Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui." – demikianlah firman Tuhan.
— Lukas 12:2
OMNI SCIENCE
Sobat Obor,
Mungkin banyak di antara kita bergelar S.E., S.H., S.Pd, S.T, S. Si, S. Ked, bahkan S. Th ataupun dapat menguasai banyak disiplin ilmu. Ada yang memahami hukum, ekonomi, pendidikan, bahkan doktrin teologi secara sistematis. Namun seluruh pengetahuan itu tetap bersifat terbatas dan diperoleh melalui proses belajar. Dalam teologi Reformed, pengetahuan manusia bersifat ectypal (terbatas, bergantung) sedangkan pengetahuan Allah adalah archetypal (asli, sempurna, dan tidak bergantung pada apa pun di luar diri-Nya).
Sobat obor, Lukas 12:2–3 menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di hadapan Allah: "tidak ada sesuatu yang tertutup yang tidak akan dibuka." Dalam konteksnya, Yesus sedang memperingatkan murid-murid terhadap kemunafikan orang Farisi (ay.1). Kemunafikan adalah dosa yang bersembunyi di balik kesalehan lahiriah. Allah yang Mahatahu akan membuka setiap rahasia hati. Secara teologis, ini berkaitan dengan atribut omniscience Allah, Ia mengetahui segala sesuatu secara sempurna, aktual, dan menyeluruh (Mzm. 139:1–4; Ibr. 4:13). Dalam perspektif Reformed, pengetahuan Allah bukan sekadar pengamatan pasif, melainkan pengetahuan yang berdaulat (divine sovereignty) dan berkaitan dengan ketetapan-Nya yang kekal. Allah mengetahui karena Ia menetapkan, dan Ia menetapkan sesuai hikmat-Nya yang kudus. Ayat ini bukan hanya ancaman penghakiman, tetapi juga penghiburan: penderitaan dan kesetiaan yang tersembunyi tidak akan dilupakan. Allah yang Mahatahu akan menyatakan kebenaran pada waktunya.
Sobat obor, renungan ini memberikan pesan firman mengingatkan bahwa tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Ia Mahatahu mengetahui isi hati, keputusan hari ini, dan bahkan masa depan yang belum kita lihat. Bagi pemuda, masa depan sering terasa penuh ketidakpastian: studi, pekerjaan, pelayanan, pasangan hidup. Namun dalam terang teologi Reformed, masa depan bukan wilayah gelap yang berjalan di luar kendali, melainkan berada dalam pengetahuan dan ketetapan kekal Allah (Yes. 46:10; Ef. 1:11). Allah Mahatahu, Ia tidak pernah salah menuntun, Ia berdaulat atas masa depan setiap manusia. Maka panggilan bagi pemuda adalah hidup dalam kekudusan, integritas, dan takut akan Tuhan, sebab Allah yang mengetahui awal dan akhir juga menilai kesetiaan dalam perkara kecil. Masa depanmu aman bukan karena rencanamu sempurna, tetapi karena Allah yang Mahatahu memegangnya. Amin (SM)


