GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-09-01

Renungan Obor Pemuda GMIM, 2 September 2025

"Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya."

— Keluaran 23:2-3

Keadilan

Sobat Obor,

ada pepatah bijak yang berkata: "hanya ikan mati
yang ikut arus menuju jurang!". Di era sekarang, tekanan untuk
"ikut yang ramai" sangat besar. Media sosial, grup pertemanan,
bahkan lingkungan pelayanan bisa mendorong kita menyesuaikan diri
demi diterima. Tapi Keluaran 23:2-3 memberi peringatan keras: "Janganlah
engkau turut-turut dalam perbuatan jahat oleh karena orang banyak...
"Tuhan tahu betapa mudahnya manusia terdorong untuk menyesuaikan
suara, bahkan saat itu berarti membelokkan keadilan. Kita bisa tergoda
membela teman yang salah, atau menyerang orang lain karena tekanan
mayoritas. Namun kebenaran tidak ditentukan oleh jumlah pendukung, tapi
oleh firman Tuhan. Ayat 3 bahkan menegur bentuk lain dari ketidakadilan:
berpihak karena belas kasihan pada orang miskin. Tuhan bukan menolak
kita peduli, tetapi la mengingatkan bahwa keadilan tidak boleh diputar,
entah demi si kuat atau si lemah.

Sebagai pemuda Kristen, kita dipanggil untuk jadi terang, berani berdiri
tegak saat yang lain memilih diam atau menyimpang. Sekarang ini bahaya
yang kita temukan adalah kebenaran itu dipengaruhi oleh banyaknya orang
yang menyetujuinya. Misalnya, ada trend di sekolah-sekolah formal saat
ini yang menganggap ketika seorang pemuda bersikap "bae-bae" atau
berusaha hidup benar, maka ia akan mendapat perlakuan yang buruk dari
banyak teman. Biasanya anak muda seperti ini akan dianggap "sok alim",
"so suci" dan malah berujung pada perundungan. Anak muda jadi enggan
untuk jadi anak muda yang baik. Dan hal ini dianggap suatu kebenaran,
hanya karena mayoritas anak muda beranggapan demikian, meskipun
itu keliru. Semoga pemuda GMIM tidak demikian. Semoga pemuda gereja
berani menyuarakan keadilan dan kebenaran meskipun tinggal saya
sendiri yang menyuarakannya. Dunia butuh anak muda yang tidak goyah oleh suara mayoritas, tapi teguh pada suara kebenaran. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 2/9/2025