GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-09-20

Renungan Obor Pemuda GMIM, 21 September 2025

"Puji-pujian dari Daud.

Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja,

dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Setiap hari aku hendak memuji Engkau,

dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya……."

— MAZMUR 145:1-21

BIARLAH SEGALA MAKHLUK MEMUJI NAMANYA YANG KUDUS

Sobat Obor,

Suara burung berkicau di saat matahari hendak terbit ataupun sebelum tenggelam yang sering disertai
semilir angin yang berhembus mengayunkan pepohonan serta desiran ombak di laut, layaknya harmoni
indah yang sedang memuji dan mengagungkan nama Tuhan. Hal inilah yang seringkali terdengar dan saya
saksikan di tempat di mana Tuhan membawaku untuk melayani saat ini di salah satu pulau terluar di wilayah
Kota Manado, yakni Manado Tua. Keagungan Tuhan tidak hanya digambarkan lewat ungkapan hati manusia
tetapi juga lewat karya-Nya yang agung atas semua ciptaan-Nya. Kicauan burung menjadi tanda datangnya
pagi serta berakhirnya hari yang mengingatkan umatNya untuk juga memuji nama-Nya. Semilir angin yang
berhembus mengayunkan pepohonan dan desiran ombak seakan mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah
Allah yang dahsyat dan luar biasa yang dapat mengatur alam ciptaan-Nya yang tinggi dan luas apalagi kita
manusia yang kecil dan lemah di alam semesta-Nya yang luas dan besar. Hal ini menandakan kekuasaan
Allah yang mengatur ritme semua ciptaan-Nya dan tak ada satupun yang terluput dari jangkauan-Nya. Oleh
karena itu tidak ada alasan bagi kita manusia untuk tidak memuji dan mengagungkan nama-Nya.

Sobat Obor,

Hal ini juga yang diceritakan oleh penulis Mazmur 145:1-21 dengan mengatakan di ayat 1-3, bahwa ia hendak
mengagungkan (ibr. rum, meninggikan) Tuhan, Allah dan Raja-Nya, dan hendak memujiNya selamanya.
Bahkan pujiannya dilakukan setiap hari sebab Tuhan besar dan sangat terpuji, kebesaran-Nya tidak terduga
(ibr. 'ayin kheger, tak terselidiki). Oleh karena itu maka kebesaran dalam perbuatan-perbuatan Tuhan
yang semarak (ibr. hadar, kegemilangan/keindahan) dan dahsyat hendak diceritakan kepada angkatan
demi angkatan, dan keadilanNya membuat orang bersorak-sorai (ay. 4-7). Semarak dan kemuliaan yang
diceritakan itu karena sebagaimana yang diungkapkan di ayat 8-10 bahwa Tuhan itu pengasih
(ibr. khanum, menaruh belas kasihan) dan penyayang (ibr. rakhum, murah hati), panjang sabar
dan besar kasih setiaNya. Tuhan itu baik kepada semua orang (ibr. lakkol, untuk semua orang), dan penuh
rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Untuk itu maka mereka bersyukur (ibr. yadah,
mengucap syukur) dan memuji Tuhan. Selanjutnya di ayat 11-13 dikatakan bagaimana mereka akan
mengumumkan kemuliaan kerajaan-Nya serta membicarakan (ibr. dabar, mengatakan) keperkasaan
(ibr. g'burah, kepahlawanan-Nya/kekuatan-Nya) Tuhan. Kerajaan Tuhan dikatakan sebagai kerajaan segala
abad dan pemerintahan-Nya selamanya. Dikatakan pula Tuhan setia dan penuh kasih setia. Pemazmur juga
mengungkapkan tentang keadilan Tuhan dalam segala jalan-Nya di ayat 14-17. Pemazmur mengatakan,
Tuhan itu penopang (ibr. samak, penolong) bagi semua orang yang jatuh (ibr. napal, yang tersungkur)
dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. Mata sekalian orang menantikan (ibr. sabar, berharap
kepada) Engkau, dan Engkau pun memberikan makanan pada waktunya. Engkau yang membuka tangan Mu
dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. Tuhan itu adil (ibr. tsedeq, benar) dalam segala
jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya (ibr. ma'aseh, pekerjaan-Nya). Kemudian
pemazmur melanjutkan dengan mengungkapkan pujian di ayat 18-21 dengan menyatakan bahwa, Tuhan
dekat (ibr. qarob, karib) pada setiap orang yang berseru (ibr. qara, memanggil) pada-Nya. Terlebih yang
berseru kepada-Nya dalam kesetiaan (ibr. 'emet, berpegang pada kebenaran). Bagi orang yang takut akan Dia
maka Tuhan akan mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Dikatakan pula
bahwa Tuhan menjaga (ibr. syamar, melindungi) semua orang yang dikasihi-Nya tetapi orang fasik
(ibr. rasya', jahat/durhaka) dibinasakan-Nya (ibr. syamad, dimusnahkan/dipunahkan). Untuk itu maka
biarlah mulutnya mengucapkan pujian kepada Tuhan dan segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus.

Sobat Obor,

Sebagai orang muda jangan pernah berhenti untuk memuji Tuhan setiap hari. Biarlah mulut kita
menceritakan kebaikan Tuhan yang teralami dalam hidup saya dan saudara. Sebab kita pasti telah merasakan
kebaikan dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan keseharian kita, baik di rumah bersama keluarga, di sekolah,
di kampus, di kantor dan dimana saja kita berada. Tuhan itu pengasih dan penyayang, Panjang sabar dan
berlimpah kasih setia-Nya. Amin (ARMl).

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 21/9/2025