GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-08-22

Renungan Obor Pemuda GMIM, 23 Agustus 2025

"Hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

— Yohanes 8:35-36

Kemerdekaan yang Sejati

Sobat Obor, di suatu pasar yang menjual para budak pada
tahun 1807, seorang bernama William Wilbeforce hendak
menemukan dan kemudian membeli seorang budak untuknya.
Saat memilih budak ia kemudian mengatakan kepada yang menjual para
budak itu agar memilihkan budak yang terburuk dari para budak yang
hendak dijualnya. Dengan terkejut tetapi dengan senang hati sang penjual
ini kemudian menyodorkan seorang budak yang tidak pernah disukai
oleh para pembelinya. Budak ini adalah seorang yang berwajah sangar,
berkelakuan buruk, penuh dengan kata-kata umpatan serta makian bahkan
sering meludahi calon pembelinya. William pun setuju dengan penjual itu
dan membawa budak yang terkenal buruk itu ke rumahnya. Sesampai
dirumahnya maka budak itu sepanjang hari mengumpatnya dengan
makian bahkan meludahinya serta mengancam akan menghancurkan
rumahnya. Hal ini tidak membuat William marah malah ia kemudian
membuat surat pembebasan bagi budak itu serta kemudian menyerahkan
kepada budaknya yang baru dibeli. Menerima surat itu betapa senangnya
budak itu dia pun berlari keluar dengan Bahagia. Tetapi setelah berada
di luar dia malah merasa sedih karena ia baru menyadari bahwa ia tidak
memiliki siapa-siapa. Akhirnya dia kembali kepada William dan berterima
kasih karena telah membebaskannya dan menjadikannya orang merdeka.
Dan sebagai rasa terima kasihnya maka ia mengatakan kepada William
untuk melayaninya seumur hidupnya. Baginya tidak ada orang yang sebaik
William yang menghargai dirinya (disadur dari sabda.org).

Sobat obor, inilah yang juga dilakukan oleh Tuhan Yesus dalam kehidupan
kita. Tuhan Yesus telah memerdekakan kita sehingga saya dan saudara
telah benar-benar merdeka dan oleh karenanya kita disebut sebagai
anak-Nya yang tetap tinggal dalam rumah. Dan sebagai anak-Nya maka kita harus terus tinggal dalam Dia
dan melakukan apa yang Tuhan Yesus kehendaki dalam hidup di masa
muda ini. Kehidupan yang berkenan kepada Tuhan sebagai orang merdeka
dengan tidak memanfaatkan kemerdekaan itu sebagai kesempatan hidup
dalam dosa. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 23/8/2025