GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-08-24

Renungan Obor Pemuda GMIM, 25 Agustus 2025

"Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain."

— 1 Tesalonika 5:12-13

Penghormatan yang Pantas

Sobat Obor,

Jika kamu berjumpa dengan orang yang selalu
ingin dihargai, menuntut pengakuan, ingin menjadi pusat
perhatian, dan selalu menganggap dirinya istimewa dan
hebat, kemungkinan besar mereka adalah orang yang gila hormat.
Orang yang gila hormat biasanya memandang orang lain dari pangkat,
kedudukan atau jabatannya. Bagi mereka, orang yang memiliki jabatan
tinggi itu adalah orang penting yang harus diutamakan. Adapun orang
yang tidak punya jabatan apa pun bisa diperlakukan seenaknya sendiri.
Gila hormat bersumber dari kesombongan, suka pamer dan bangga diri.
Seseorang yang gila hormat ingin selalu dipandang lebih tinggi dari orang
lain dan merasa tidak nyaman jika tidak dihormati. Dalam masyarakat, gila
hormat dapat menyebabkan ketidakadilan, persaingan tidak sehat, dan
perpecahan. Orang yang gila hormat sering kali menghalalkan segala cara
untuk mendapatkan pengakuan, termasuk menjatuhkan orang lain atau
melakukan tindakan yang tidak jujur.

Rasa hormat dari orang lain datang kepada kita bukan karena jabatan,
kedudukan, atau kekayaan. Seseorang dihormati dengan layak karena ia
mencerminkan kualitas diri, yaitu perilaku, perkataan, dan pemikiran yang
baik. Penghormatan yang diterima karena jabatan dan kedudukan sifatnya
hanya sementara. Begitu tidak lagi berkuasa, orang tidak menghormatinya.
Sebaliknya, rasa hormat yang diterima karena kualitas diri yang baik, tidak
akan lekang oleh waktu; entah berjabatan atau tidak, orang akan tetap
menghormati.

Dalam suratnya, Paulus menasehati agar orang-orang yang bekerja keras,
yang memimpin umat mengenal Tuhan dan selalu menegur tak kala umat
salah dan keliru, maka mereka pantas untuk mendapatkan penghormatan.
Sikap menghormati adalah nilai kekristenan yang harus dimiliki oleh setiap
orang percaya pada Kristus. Kesimpulannya, ketika seseorang tidak memiliki
alasan untuk dihormati karena tidak memiliki jasa besar di masyarakat, ia
sesungguhnya memiliki alasan untuk mendapat kasih sayang sebab, kita
melakukan itu bukan karena orang itu tapi karena kita adalah orang Kristen
yang seharusnya saling menghormati dan menyanyangi semua orang,
apapun status dan sikapnya pada kita. Amin

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 25/8/2025