tanggal_mulai: "2026-05-26"
"Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."
— Kisah Para Rasul 2:31-32
NUBUAT YANG DIGENAPI, ALLAH YANG SETIA
Sobat Obor,
Ulrich Zwingli adalah reformator Swiss yang menekankan bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas tertinggi bagi gereja. Ia hidup di tengah pergolakan politik dan konflik bersenjata di Zürich. Banyak janji pemimpin dunia terbukti rapuh, banyak kesepakatan hancur oleh ambisi manusia. Namun Zwingli berpegang pada satu keyakinan: firman Tuhan tidak pernah gagal. Ia berkhotbah ayat demi ayat, percaya bahwa Allah berbicara secara konsisten melalui sejarah. Kesetiaannya pada firman membuatnya berani berdiri di tengah tekanan, bahkan sampai kehilangan nyawanya di medan perang. Baginya, kebenaran Allah lebih kokoh daripada kekuatan militer atau stabilitas politik.
Sobat obor, dalam Kisah Para Rasul 2:31–32, Petrus menyatakan bahwa Daud telah bernubuat tentang kebangkitan Mesias dan bahwa para rasul adalah saksi dari penggenapan itu. Ini menunjukkan kesinambungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam teologi Reformed, wahyu Allah bersifat progresif namun konsisten. Allah merancang sejarah keselamatan secara terarah menuju Kristus. Geerhardus Vos menjelaskan bahwa seluruh sejarah Alkitab bergerak menuju klimaks dalam pribadi dan karya Yesus. Kebangkitan bukan kejadian kebetulan, tetapi bagian dari rencana kekal Allah. Allah yang berjanji dalam Mazmur menggenapinyaa dalam kebangkitan Kristus. Kesaksian para rasul menjadi dasar gereja, menunjukkan bahwa iman Kristen bukan dibangun di atas mitos, melainkan fakta historis yang disaksikan. Kesetiaan Allah dalam menggenapi nubuat membuktikan bahwa Ia dapat dipercaya sepenuhnya.
Sobat obor, pemuda GMIM hidup dalam era krisis kepercayaan. Hoaks menyebar cepat, opini lebih dipercaya daripada fakta, dan banyak figur publik jatuh karena inkonsistensi. Akibatnya, generasi muda sulit mempercayai otoritas, termasuk gereja. Namun kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa Allah konsisten dengan janji-Nya. Jangan biarkan skeptisisme zaman membuatmu meragukan firman. Pelajari Alkitab secara mendalam. Bangun iman yang rasional dan alkitabiah. Ketika masa depan terasa tidak pasti—tentang studi, pekerjaan, atau pasangan hidup—ingatlah bahwa Allah yang menggenapi nubuat tentang Kristus adalah Allah yang sama yang memimpin hidupmu hari ini. Ia tidak pernah berubah. Kesetiaan-Nya menjadi jangkar di tengah badai kehidupan. Pegang teguh janji-Nya, dan berjalanlah dengan keyakinan bahwa Tuhan yang setia akan menuntunmu sampai akhir. Amin


