GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-08-26

Renungan Obor Pemuda GMIM, 27 Agustus 2025

"Bersukacitalah senantiasa."

— 1 Tesalonika 5:16

Sukacita Bersama Tuhan

Sobat Obor

Ada banyak alasan orang merasa senang.
Mendapat hadiah, kejutan, keinginan, atau karena berhasil
mencapai yang dicita-citakan. Pastinya, semua berhubungan
dengan perasaan puas karena mendapatkan atau mencapai sesuatu.
dalam keseharian kita, kita sering menemui ada peristiwa yang membuat
kita kehilangan sukacita. Apakah anda memperhatikan betapa mudahnya
untuk kehilangan sukacita karena beberapa hal yang kecil? Teman yang
ingkar janji, menyeoabkan anda kehilangan sukacita. Seseorang memotong
jalan anda ketika anda sedang mencoba untuk berputar balik, dan anda
kehilangan sukacita. Anda mengalami hari yang buruk karena telat pergi ke
kantor atau ke kampus, dan anda kehilangan sukacita. Hal-hal kecil itulah
yang kadangkala paling mempengaruhi kita, dan mereka tidaklah begitu
berarti.

Sobat Obor

mungkinkah kita bisa bersukacita di tengah masalah? Tidak
ada yang terlalu sulit bagi orang beriman! Bersukacita di tengah masalah
memang tidak mudah, tidak semudah mengatakannya, namun sebagai
anak Tuhan kita harus memahami bahwa ini adalah hal yang sangat Tuhan
inginkan dari kita. Bersukacita adalah suatu sikap dan pilihan, tidak selalu
perasaan yang kita rasakan setiap saat. Tuhan mengetahui kondisi hati
setiap umat-Nya. Kalau pesan-Nya dikatakan "Bersukacitalah di tengah
berbagai keadaan," maka sepertinya Tuhan mendapati adanya kondisi-kondisi hati yang belum terlalu mengalami sukacita akibat berbagai
keadaan. Ada ketidaktenangan yang disadari maupun yang tidak disadari,
ada kesedihan yang berlarut-larut tanpa tahu persis penyebabnya,
atau mengkhawatirkan sesuatu yang sebetulnya tahu bahwa tidak perlu
dikhawatirkan, namun kuatir. Akibatnya, hati menjadi susah, dan lain
sebagainya.

Sobat obor,

dalam hidup ini, acapkali kita mengalami peristiwa kehilangan,
entah itu barang berharga, pribadi yang kita kasihi, maupun kesempatan
yang baik. Namun, satu hal yang tidak boleh hilang dari hidup kita adalah
sukacita. Kehilangan sukacita berarti kehilangan relasi dengan Allah,
kehilangan segala-galanya. Ingatlah pada nasihat rasuli: "Bersukacitalah
senantiasa". Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 27/8/2025