"Tetaplah berdoa."
— 1 Tesalonika 5:17
Jangan Berhenti Berdoa
Sobat Obor,
John Calvin, di dalam Institutes of the Christian
Religion, menuliskan pengamatannya yang mendalam terkait
doa: "Akan tetapi, seseorang akan berkata, tidakkah Allah tahu,
sekalipun tidak diingatkan, baik dalam hal apa yang menyulitkan kita dan
apa yang menguntungkan bagi kita, sehingga sepertinya ada nuansa
berlebihan bahwa la akan digugah oleh doa-doa kita—seolah-olah la
mengantuk atau bahkan tertidur sampai la dibangunkan oleh suara kita?
Namun, mereka yang berpikir seperti itu tidak mengamati apa tujuan
Allah memerintahkan umat-Nya untuk berdoa, sebab la menetapkannya
bukan terutama demi kebaikan-Nya, melainkan demi kebaikan kita. Nah,
la menghendaki—sebagaimana yang benar—agar apa yang menjadi hak-
Nya diberikan kepada-Nya, dengan manusia menyadari bahwa segala
sesuatu yang diinginkan dan mendukung keuntungan mereka, berasal dari
Dia, dan ini dibuktikan melalui doa. Namun, manfaat dari persembahan ini,
yang karenanya la disembah, juga kembali kepada kita. Karena itu, bapa-
bapa gereja yang kudus, makin dengan yakin mereka mengagungkan
kebaikan Allah bagi mereka dan orang lain, makin mereka digerakkan untuk
berdoa"
Sobat Obor,
pertama-tama yang harus kita sadari dalam berdoa adalah
bahwa doa merupakan relasi manusia dengan Tuhannya. Betapa manusic
membutuhkan Tuhan dalam hidupnya. Dengan berdoa berarti kita
menyadari keberadaan dan kedaulatan Tuhan dalam hidup. Seseorang
yang tidak pernah berdoa berarti dia adalah orang yang sombong. Padahal
sejatinya manusia itu lemah dan pasti butuh bantuan dari Allah. Olehnya
sangat beralasan jika rasul menasihati umat Tuhan untuk tetaplah berdoa.
Sobat Obor,
doa bukanlah kata-kata mantra yang bekerja secara ajaib
dan doa juga bukan alat memaksa kehendak kita kepada Tuhan. Ketika
kita menyatakan permintaan kita kepada Tuhan, kita tahu bahwa tidak
selalu kita akan memperoleh segala yang kita inginkan walaupun Ic
dengan kuasaNya mampu memenuhi semua keinginan kita. Ketika berdoc
hendaknya tetap tulus, pasrah pada Tuhan, bukan mengajari atau mendikte
Tuhan karena Dia Mahatahu dan Mahabijak apa yang terbaik buat hamba-
Nya. Amin
