GMIM

OBOR PEMUDA · 2026-05-27

Renungan Obor Pemuda GMIM 28 Mei 2026

Kisah Para Rasul 2:34-36

tanggal_mulai: "2026-05-28"

"Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

— Kisah Para Rasul 2:34-36

TUHAN DAN KRISTUS: PENGAKUAN YANG MENUNDUKKAN HATI

Sobat Obor,

Martin Luther adalah reformator Jerman yang Tuhan pakai untuk memulihkan Injil pembenaran oleh iman. Dalam peristiwa Diet of Worms tahun 1521, ia diminta menarik ajarannya. Jawabannya terkenal: ia tidak dapat menarik kembali kebenaran karena hati nuraninya terikat pada firman Allah. Bagi Luther, pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan bukan sekadar doktrin gerejawi, melainkan otoritas tertinggi atas hati dan pikiran. Ia rela kehilangan keamanan demi kesetiaan pada Kristus. Pengakuan iman yang sejati selalu memiliki konsekuensi nyata.

Sobat obor, dalam Kisah Para Rasul 2:34–36, Petrus mengutip Mazmur 110 dan menyatakan bahwa Allah telah membuat Yesus yang disalibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus. Ini adalah deklarasi ilahi yang agung. Yesus adalah Kyrios, Tuhan yang berotoritas ilahi, dan Mesias yang dijanjikan. Dalam pengakuan iman Reformed, Kristus menjalankan tiga jabatan: Nabi yang menyatakan firman Allah, Imam yang mempersembahkan diri-Nya sebagai korban, dan Raja yang memerintah selamanya. Peninggian Kristus menegaskan bahwa seluruh otoritas di surga dan di bumi berada di tangan-Nya. Ia bukan hanya Juruselamat pribadi yang memberi penghiburan batin, tetapi Tuhan yang objektif atas seluruh ciptaan. Teologi Reformed menolak dualisme yang memisahkan iman dan kehidupan. Jika Kristus adalah Tuhan, maka seluruh aspek hidup berada di bawah pemerintahan-Nya.

Sobat obor, pemuda GMIM hari ini sering terjebak dalam iman yang terfragmentasi. Aktif pelayanan, tetapi kompromi dalam relasi; rajin ibadah, tetapi tidak jujur dalam tugas; mengaku Kristen, tetapi takut bersuara tentang kebenaran. Dunia modern mengajarkan kebebasan tanpa otoritas. Namun firman hari ini menegaskan: Yesus adalah Tuhan. Jika Ia Tuhan, maka Ia berhak atas waktumu, tubuhmu, uangmu, dan ambisimu. Jangan jadikan Kristus hanya sebagai penyelamat ketika butuh pertolongan, tetapi abaikan Dia dalam keputusan sehari-hari. Pengakuan sejati menuntut ketaatan. Ketika tekanan teman sebaya mendorong kompromi moral, ingatlah siapa Tuhanmu. Ketika peluang curang tampak menguntungkan, ingatlah bahwa Raja yang bangkit melihat segalanya. Hiduplah dengan integritas. Biarlah pengakuan "Yesus adalah Tuhan" membentuk karakter, pilihan, dan prioritasmu. Amin

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 27/5/2026