GMIM

OBOR PEMUDA · 2025-09-02

Renungan Obor Pemuda GMIM, 3 September 2025

"Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya."

— Keluaran 23:4-5

Kasihi Dia

Sobat Obor,

Perhatikan baik-baik ayat ini: "Apabila engkau
melihat keledai musuhmu jatuh karena berat bebannya,
janganlah engkau membiarkannya, tetapi engkau harus
menolong melepaskannya. "Di tengah budaya blokir, unfriend, dan ujaran
kebencian di media sosial, ayat ini terasa aneh. Tuhan memerintahkan
umat-Nya untuk menolong bahkan musuh mereka. Secara logika terkadang
kita mempertanyakan siapakah yang sanggup melakukan hal seperti
ini? Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Kristus yang mengalami
anugerah keselamatan meskipun kita tidak layak, maka perintah ini adalah
sebuah bukti bahwa kita percaya diselamatkan karena kasih karunia. Tidak
cukup dengan bersikap netral atau cuek, kita justru diperintahkan untuk
peduli, bertindak, dan menolong. Bayangkan kamu melihat seseorang yang
pernah menyakitimu entah membully kamu di sekolah, menyebar gosip,
atau menjatuhkan kamu eh, sekarang ada dalam dalam kesulitan dan
penderitaan. Reaksi alami kita adalah menghindar atau berkata, "ngana
rasa itu!" Tapi Tuhan mengajarkan kita untuk berkata: jangan biarkan beban
itu menindih mereka. Bantulah!

Inilah standar kasih yang berbeda dari dunia. Ini bukan kelemahan, tapi
kekuatan kasih Kristus yang bekerja dalam kita. Yesus sendiri mengasihi
musuh-Nya, bahkan saat disalib, la berkata, "Ampunilah mereka." Maka
sebagai pemuda gereja, kita dipanggil menunjukkan kasih dalam tindakan
nyata, bukan hanya perkataan rohani. Menolong orang yang menyakiti
kita adalah bentuk kedewasaan rohani yang sejati. Ini menunjukkan
bahwa kita tidak dikuasai oleh dendam, tapi oleh kasih Kristus. Dan sering
kali, tindakan semacam ini menjadi kesaksian paling kuat di mata dunia,
pemuda .GMIM yang dewasa adalah mereka yang mampu menolong
sahkan ketika hati berkata tidak. Karena ketika kita melangkah dalam kasih,
cita sedang menapaki jejak Sang Juruselamat. Mari tunjukkan bahwa kita
adalah pengikut Kristus dan buktinya adalah kita mengasihi meski musuh
sekalipun. Amin.

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 3/9/2025