GMIM

OBOR PEMUDA · 2026-06-05

Renungan Obor Pemuda GMIM 6 Juni 2026

Lukas 12:10-12

tanggal_mulai: "2026-06-06"

"Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni." – demikianlah firman Tuhan.

— Lukas 12:10

ROH KUDUS ADALAH ALLAH

Sobat Obor,

Ada satu doktrin primer yang penting sekali dipahami dan diimani yaitu soal Tritunggal: una substantia, tres personae (Latin) atau juga μία οὐσία, τρεῖς ὑποστάσεις (mia ousia, treis hypostaseis) (Yunani) berarti "Allah itu satu substansi/hakikat, tiga pribadi." Ini adalah rumusan klasik gereja untuk menjelaskan iman akan Tritunggal: Allah itu esa dalam hakikat (substansi/ousia), tetapi kekal ada dalam tiga Pribadi yang berbeda, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ketiganya tidak terbagi dalam esensi, tidak lebih tinggi atau lebih rendah satu sama lain, melainkan satu dalam kehendak dan kuasa. Dalam teologi Reformed, doktrin ini menegaskan bahwa seluruh karya keselamatan adalah karya Allah Tritunggal: Bapa merencanakan, Anak menebus, dan Roh Kudus menerapkan keselamatan, bukan tiga Allah, melainkan satu Allah yang hidup dan bekerja dalam persekutuan kekal kasih ilahi.

Lukas 12:10 sering disalahpahami seolah-olah Yesus lebih rendah dari Roh Kudus karena dosa terhadap Anak Manusia dapat diampuni, sedangkan penghujatan terhadap Roh Kudus tidak. Namun dalam teologi Reformed yang berakar pada pengakuan iman: Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah satu dalam esensi (homoousios), setara dalam kemuliaan dan kuasa. Tidak ada hierarki derajat dalam keilahian Tritunggal.

"Anak Manusia" menunjuk pada Kristus dalam keadaan inkarnasi dan kerendahan-Nya. Banyak orang tersandung karena melihat-Nya hanya sebagai manusia biasa; ketidaktahuan seperti ini masih dapat diampuni ketika Roh membuka mata dan membawa kepada pertobatan (Luk 23:34, Kis 3:17–19, 1 Tim 1:13). Sebaliknya, menghujat Roh Kudus berarti menolak kesaksian Roh yang dengan terang menyatakan identitas ilahi Kristus, bahkan secara sengaja menyebut karya ilahi itu sebagai karya Iblis. Di sini penolakan terjadi terhadap terang yang penuh dan jelas (Mat 12:22–32, Mrk 3:28–30).

Karena itu, ayat ini bukan merendahkan Kristus, tapi memberikan pengajaran bahwa Roh Kudus bekerja untuk memuliakan Anak (Yoh. 16:14). Menolak Roh berarti menolak kesaksian final tentang keilahian Kristus. Renungan ini menegaskan bahwa keselamatan adalah karya Tritunggal dan siapa yang menutup diri terhadap kesaksian Roh sedang menolak satu-satunya jalan kepada Bapa yaitu Yesus Kristus: Akulah Jalan dan kebenaran dan hidup. Amin (SM)

Artikel Terkait

Bagikan:

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 5/6/2026