GMIM

RHK · 2026-07-16

RHK GMIM 16 Juli 2026 – Dengan Sukarela Dan Tulus Ikhlas Beri Persembahan (1 Tawarikh 29:17)

1 Tawarikh 29:17

"Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita."

— 1 Tawarikh 29:17

Dengan Sukarela Dan Tulus Ikhlas Beri Persembahan

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Memberi persembahan adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang Kristen. Ini merupakan salah satu cara untuk berterima kasih atas [kebaikan Tuhan Allah](mtpj/ mtpj-gmim-12-18-juli-2026-kekayaan-dan-kemuliaan-berasal-dari-tuhan-allah-1-tawarikh-29-10-19) yang boleh dinikmati dan menunjukkan kasih serta ucapan syukur kepada-Nya. Ketika memberi persembahan harus didasari dengan kerelaan, sukacita dan tulus ikhlas. Namun ada orang yang memberi persembahan hanya karena terpaksa dan sering bersungut-sungut. Padahal Tuhan Allah tahu isi hati setiap orang dalam memberi persembahan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah hari ini menjelaskan bagaimana ketulusan Daud ketika memberi persembahan sukarela untuk persiapan pembangunan Bait Suci. Daud sangat mengenal Tuhan Allah yang disembahnya. Ia tahu bahwa Tuhan Allah adalah penguji hati setiap orang dan berkenan pada ketulusan. Kata penguji hati (Penguji Ibr: Bochen, hati Ibr: Lebab) menunjukkan bahwa Tuhan Allah yang menguji atau mengetahui isi hati manusia, termasuk pikiran, perasaan dan motivasi ketika memberi dan Ia berkenan kepada keikhlasan. Daud memberi dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan dia telah melihat bagaimana umat Israel yang beribadah bersama memberi persembahan sukarela kepada Tuhan Allah dengan sukacita.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kepada kita, sebagai keluarga Kristen, bahwa Tuhan Allah adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan. Ketika kita memberi persembahan marilah kita memberi dengan tulus hati dan sukarela serta penuh sukacita. 2 Korintus 9:7 mengatakan: "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." Jadi betapa penting memberi persembahan dengan sukacita, rela hati dan tulus ikhlas, bukan dengan motivasi untuk mencari nama apalagi mencari untung. Pastikanlah motivasi kita murni dan tidak ada maksud-maksud terselubung ketika memberi persembahan. Banyak hal yang dapat kita berikan untuk menopang pelayanan dan pembangunan gereja. Kita dapat memberi uang, waktu, tenaga atau sesuatu barang, tetapi kita juga harus mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan Allah.

Mari kita topang pembangunan fisik, baik pembangunan gereja atau pastori yang ada di jemaat kita serta program pelayanan. Jangan lupa memperhatikan pembangunan spiritual yaitu kerohanian atau iman kita kepada Yesus Kristus. Amin.

Doa

Terima kasih ya Tuhan Allah untuk kesempatan berharga yang Engkau beri bagi kami untuk menyatakan syukur kepada-Mu lewat memberi persembahan. Jagalah hati kami agar ketika memberi selalu memberi dengan sukacita, sukarela dan tulus ikhlas. Di dalam nama Yesus Kristus Amin.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 16/7/2026