"Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah."
— Galatia 3:28-29
Semua Adalah Satu Di Dalam Yesus Kristus
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus,Dalam pengalaman hidup setiap hari, kita sering melihat adanya perbedaan baik suku, status sosial, jabatan, pendidikan, atau jenis kelamin. Hal ini sebenarnya sebuah kekayaan karena Tuhan Allah tidak menciptakan dunia ini sama. Namun dunia sering membedakan dan bahkan memisahkan orang berdasarkan hal-hal ini. Di dalam Yesus Kristus, semua perbedaan itu tidak lagi menjadi pemisah. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Galatia bahwa siapa pun yang percaya kepada Yesus Kristus adalah satu tubuh, satu umat Tuhan Allah. Tidak ada lagi perbedaan yang membuat seseorang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua sama di hadapan Tuhan Allah, semua sama berharganya. Hal ini sangat penting untuk dihayati dalam kehidupan keluarga. Seringkali dalam keluarga pun bisa timbul perasaan lebih penting atau lebih benar dari yang lain.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus,Firman Tuhan Allah hari ini mengajak kita untuk menghargai satu sama lain, karena kita semua telah menjadi satu di dalam Yesus Kristus. Bukan hanya itu, ayat ini juga mengingatkan bahwa jika kita milik Yesus Kristus, maka kita adalah keturunan rohani Abraham dan ahli waris janji Tuhan Allah. Artinya, kita tidak hidup sendiri atau tanpa tujuan, kita hidup sebagai bagian dari keluarga besar Tuhan Allah dan pewaris janji-janji-Nya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Sebagai keluarga Kristen, Firman Tuhan Allah mengingatkan, kita semua anggota keluarga sama berharganya di mata Tuhan Allah. Tak ada yang lebih penting, tak ada yang lebih rendah. Oleh karena itu, kita diajak untuk menghargai perbedaan, dalam keluarga pasti ada perbedaan usia, pendapat atau kebiasaan. Namun dalam kasih Yesus Kristus, perbedaan itu bukan penghalang, tetapi kekayaan yang memperkuat kebersamaan. Marilah kita membangun kesatuan, marilah kita menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat keluarga. Bersama-sama membaca Firman, berdoa dan melayani akan mempererat kesatuan dan kasih dalam rumah kita. Di luar komunitas keluargapun ada begitu banyak perbedaan, sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memperlakukan sesama dengan hati yang penuh kasih dan kerendahan hati. Kita belajar menerima satu sama lain, tanpa membeda-bedakan, melainkan menghargai setiap orang sebagai ciptaan Tuhan Allah yang berharga. Ketika perbedaan menimbulkan kesalahpahaman, kita tidak memilih untuk menjauh atau menghakimi, tetapi berusaha memahami dan saling mengampuni. Dalam setiap tindakan, kita berusaha menjaga damai, sehingga hubungan yang terjalin tetap mencerminkan kasih Yesus Kristus. Dengan demikian, kesatuan di dalam Yesus Kristus menjadi nyata, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui sikap hidup sehari-hari. Amin.
Doa
Ya Tuhan Allah yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau telah menyatukan kami sebagai satu keluarga di dalam-Mu. Tolong kami untuk hidup saling menghargai, tidak membedakan, dan menjadikan Engkau sebagai pusat dalam hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.


