Memberitakan Kasih Setia-Mu di Waktu Pagi dan Kebenaran-Mu di Waktu Malam
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kita harus mengakui bahwa hidup tidaklah selalu mudah untuk dijalani. Namun, orang percaya selalu diajak untuk mengucap syukur atas segala sesuatu dan dalam segala situasi/keadaan. Seringkali ini sulit untuk dilakukan, apalagi ketika orang mengalami kegagalan atau harus kehilangan (segala) sesuatu. Apa yang harus disyukuri dalam situasi demikian? Meskipun demikian, bagi sebagian orang, peristiwa dukacita pun dapat menjadi satu alasan untuk tetap mengucap syukur kepada Tuhan — oleh karena kasih setia-Nya senantiasa memberi kekuatan dan penghiburan. Dalam peristiwa apapun, orang percaya diajak untuk memberitakan kasih setia Tuhan sebagai bentuk ucapan syukur, sebab Dia tidak pernah berhenti berkarya dalam kehidupan umat-Nya.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Mazmur 92 yang kita baca ini adalah Nyanyian untuk hari Sabat yang berisi ajakan untuk mengucap syukur dan memuji Tuhan Allah karena perbuatan baik-Nya bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Oleh karena itu, bagian awal mazmur ini merupakan ajakan untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kebenaran-Mu di waktu malam (ayat 2–3).
Kata menyanyikan syukur dan mazmur (Ibrani: lihodot ulezamer) di sini juga berarti praise dan confess. Jadi, kata menyanyi di sini berarti menyanyi, memuji, dan mengakui. Bukan hanya sampai di situ, pemazmur juga mengajak untuk memberitakan (lehagid) kasih setia (khasdika) dan kebenaran (we'emunateka/'emuna). Ajakan pemazmur untuk menyanyi, memuji, mengakui dan memberitakan agar itu dilakukan di waktu pagi dan malam, sepanjang hari, sepanjang hidup, dan tindakan ini dipandang baik (Ibrani: tob).
Dalam bagian kedua, pemazmur memberikan alasan mengapa umat harus melakukannya. Ayat 5 menyatakan: Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya Tuhan, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. Kalimat ini dapat dipisahkan menjadi dua bagian: pertama, Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya Tuhan, dengan pekerjaan-Mu, dan kedua, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. Meskipun menggunakan kata-kata yang sedikit berbeda, namun dua bagian kalimat ini menegaskan bahwa pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan telah membuat pemazmur terus-menerus bersukacita dan bersorak-sorai (Ibrani: syimmakhttani dan 'arannen). Bentuk piel dari kedua kata kerja tersebut menegaskan bahwa pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan yang telah membuat pemazmur bersukacita dan bersorak-sorai bukan hanya dilakukan sekali melainkan berkali-kali, terus-menerus, sepanjang hari, sepanjang hidup. Jika Tuhan Allah bertindak seperti ini, itu berarti tindakan-Nya benar-benar sangat ajaib.
Tindakan-tindakan Tuhan tersebut dijelaskan dalam ayat 6–16 yang membedakan dengan jelas antara orang bodoh, orang bebal, orang fasik, dan orang yang melakukan kejahatan di satu pihak dan orang benar di lain pihak. Mengenai orang bodoh, bebal, fasik, dan yang melakukan kejahatan, dikatakan demikian:
- Pekerjaan-pekerjaan Tuhan sangat besar dan rancangan-rancangan-Nya sangat dalam sehingga orang bodoh dan orang bebal tidak akan mengetahuinya dan mengertinya (ayat 6).
- Orang fasik dan orang-orang yang melakukan kejahatan, bertumbuh dan berkembang hanya untuk dipunahkan untuk selamanya (ayat 7).
- Musuh Tuhan akan binasa dan semua orang yang melakukan kejahatan akan dicerai-beraikan (ayat 10).
Sementara itu, tentang orang benar dikatakan demikian:
- Tanduk orang benar akan ditinggikan dan dia dituangi dengan minyak baru (ayat 11).
- Mata orang benar melihat dan telinganya mendengar orang jahat yang melawannya (ayat 12). Mereka mengetahuinya dan telah siap sedia dan tidak takut/kuatir.
- Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon (ayat 13). Pohon korma berumur panjang dan dapat terus-menerus berbuah lebat, sementara pohon aras Libanon terkenal karena kualitasnya yang tak tertandingi.
- Orang yang ditanam di Bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah kita (ayat 14).
- Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batu dan tidak ada kecurangan pada-Nya (ayat 15–16). Mereka berumur panjang untuk memberitakan kasih setia dan kebenaran Tuhan Allah.
Memperhatikan tindakan-tindakan Tuhan yang demikian, maka dapatlah dipahami mengapa pemazmur mengajak umat untuk menyanyi, memuji, mengakui dan memberitakan kasih setia-Nya di sepanjang hidup. Alasannya jelas: sebab pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan yang telah membuat pemazmur bersukacita dan bersorak-sorai bukan hanya dilakukan sekali, melainkan berkali-kali, terus-menerus, sepanjang hari, sepanjang hidup.
Ibu-ibu yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Hal penting yang dapat dipelajari dari teks ini adalah bahwa merupakan sesuatu hal yang sangat baik jika orang percaya dapat menyanyi, memuji, mengakui dan memberitakan kasih setia-Nya di sepanjang hidupnya, bukan hanya pada saat-saat tertentu saja. Sebab pemazmur telah menegaskan bahwa pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan yang telah membuat pemazmur bersukacita dan bersorak-sorai bukan hanya dilakukan sekali, melainkan berkali-kali, terus-menerus, sepanjang hari, sepanjang hidup. Dalam berbagai situasi kehidupan, Tuhan Allah senantiasa hadir — dan kehadiran-Nya menegaskan bahwa Dia memelihara kehidupan kita.
Terpujilah Tuhan Allah. Amin.
Pertanyaan untuk Diskusi
- Apa tindakan-tindakan Tuhan Allah yang telah terus-menerus membuat pemazmur bersukacita dan bersorak-sorai?
- Bagaimana ajakan pemazmur untuk mengucap syukur atas kebaikan Tuhan Allah?
- Bagaimana bentuk ucapan syukur yang dapat kita nyatakan dalam kehidupan setiap hari?


