Obor Pemuda GMIM
MENU
Renungan Obor Pemuda GMIM, 10 Februari 2026 - Obor Pemuda GMIM

Renungan Obor Pemuda GMIM, 10 Februari 2026

CHOSEN TO LEAD, NOT TO SHOW OFF

1:4 Dari tiap-tiap suku harus ada satu orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi kepala dari suku yang diwakilinya itu. 1:5 Dan inilah nama semua orang yang harus mendampingi kamu. Dari suku Ruben: Elizur bin Syedeur; 1:6 dari suku Simeon: Selumiel bin Zurisyadai; 1:7 dari suku Yehuda: Nahason bin Aminadab; 1:8 dari suku Isakhar: Netaneel bin Zuar; 1:9 dari suku Zebulon: Eliab bin Helon; 1:10 dari keturunan Yusuf: Elisama bin Amihud dari suku Efraim, dan Gamaliel bin Pedazur dari suku Manasye; 1:11 dari suku Benyamin: Abidan bin Gideoni; 1:12 dari suku Dan: Ahiezer bin Amisyadai; 1:13 dari suku Asyer: Pagiel bin Okhran; 1:14 dari suku Gad: Elyasaf bin Rehuel; 1:15 dari suku Naftali: Ahira bin Enan." 1:16 Itulah orang-orang yang dipilih dari umat itu, masing-masing sebagai pemimpin dari suku bapa leluhurnya; mereka inilah kepala-kepala pasukan Israel.

— BILANGAN 1:4-16

CHOSEN TO LEAD, NOT TO SHOW OFF

Sobat Obor,

Allah bekerja melalui struktur dan kepemimpinan, bukan melalui kekacauan. Jika kita kaitkan dengan struktur komisi pemuda, firman ini menegaskan bahwa ketua, sekretaris, bendahara, dst di setiap bidang pelayanan bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan panggilan rohani. Bagi komisi pemuda, firman ini menegaskan bahwa setiap jabatan dan bidang pelayanan bukan sekadar organisasi, melainkan panggilan dari Tuhan. Struktur ada supaya pemuda belajar setia, disiplin, dan bekerja bersama dalam kehendak Allah.

Sobat obor, Bilangan 1:4-16 berlatar pada tahap awal pembentukan Israel sebagai umat perjanjian yang telah ditebus namun sedang diarahkan menuju kehidupan yang tertib di bawah pemerintahan Allah. Dalam konteks padang gurun Sinai, Tuhan tidak hanya memberi hukum, tetapi juga menetapkan struktur kepemimpinan yang jelas. Secara biblika, penyebutan nama-nama kepala suku menunjukkan bahwa sensus dilaksanakan bukan berdasarkan kehendak Musa, melainkan menurut ketetapan Allah yang bekerja melalui perwakilan yang sah. Tafsiran Reformed melihat para perpimpin ini sebagai instrumen kedaulatan Allah, di mana otoritas mereka bersifat delegatif, bukan otonom. Mereka dipanggil bukan karena keunggulan pribadi, tetapi karena penetapan ilahi demi keteraturan umat perjanjian. Secara teologis, perikop ini menegaskan prinsip ordo ekonomi keselamatan: Allah yang berdaulat adalah Allah yang mengasihi keteraturan dan memakai struktur kepemimpinan untuk memelihara umat-Nya. Dengan demikian, Bilangan 1:4-16 mengajarkan bahwa kesetiaan pada panggilan, ketaatan pada ketetapan Allah, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab merupakan wujud nyata hidup di bawah pemerintahan Tuhan yang berdaulat (Regnum Dei).

Sobat obor, pesan firman bagi pemuda berdasarkan Bilangan 1:4-16 adalah: Tuhan tidak mencari pemuda yang hanya hadir, hanya pamer, tetapi pemuda yang siap dipercaya. Allah memanggil nama demi nama untuk memimpin umat-Nya, menunjukkan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, berarti di hadapan Tuhan. Karena itu, jangan menjadi pemuda yang pasif, malas, atau hanya menunggu diperhatikan. Jadilah pemuda yang mau belajar taat, setia dalam struktur, dan bertanggung jawab dalam pelayanan. Secara teologis, hal ini mengajar pemuda bahwa keterlibatan dalam struktur pelayanan adalah bagian dari ketaatan kepada pemerintahan Allah (Regnum Dei). Pemuda yang setia hari ini sedang dipersiapkan Tuhan untuk tanggung jawab yang lebih besar esok hari. Pemuda yang hidup di bawah Regnum Dei akan memakai waktunya bukan untuk kemalasan, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Amin (SM)