Pelita
MENU
Pelita PKB GMIM 1-7 Maret 2026

Seperti Tanah Liat di Tangan Tukang Periuk, Demikianlah Kamu di Tangan-Ku

Pelita PKB GMIM 1-7 Maret 2026

Pembacaan Alkitab: Yeremia 18:1-17

Seperti Tanah Liat di Tangan Tukang Periuk, Demikianlah Kamu di Tangan-Ku

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan!

Pekerjaan sebagai tukang periuk adalah pekerjaan yang menarik. Sebagai seorang pengrajin yang terampil, ia dapat membuat sebuah benda dari tanah liat menjadi bejana, piring, kendi, pot dan benda-benda lainnya. Proses pembuatannya juga tergolong unik sebab harus mampu memadukan roda yang berputar dengan tangan yang terampil. Pengerjaannya juga harus hati-hati dan membutuhkan kesabaran yang cukup tinggi. Apabila tidak hati-hati hasilnya bisa rusak dan tukang periuk harus mengulangnya dari awal. Memang penuh tantangan, tetapi kalau berhasil, benda yang dihasilkan sangat indah. Peran tukang periuk untuk membuat bejana sangatlah penting. Perumpamaan inilah yang digunakan Tuhan Allah untuk menyampaikan pesan dan tegurannya kepada umat-Nya melalui nabi Yeremia. Tuhan Allah diumpamakan sebagai seorang tukang periuk yang berkuasa atas bejana yang dibuatnya yaitu bangsa Israel.

Sahabat P/KB yang diberkati Tuhan!

Pada pasal 18:6, teguran sangat jelas tentang hal yang hendak disampaikan nabi Yeremia. "Apakah Aku tidak dapat bertindak terhadap kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel? Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel." Tuhan Allah berkuasa atas manusia ciptaan-Nya, mulai dari tanah liat yang berproses hingga pada hasilnya yang menjadi bejana. Semuanya dalam kendali tukang periuk yang adalah Tuhan. Oleh karena itu, umat Allah harus dapat memasrahkan diri kepada Tuhan. Umat Israel yang telah meninggalkan Tuhan dan hidup jauh dari jalan-Nya harus kembali dan bertobat mengikuti jalan Tuhan. Mengikuti proses dan cara yang Tuhan kendalikan sehingga umat-Nya dapat hidup dalam kasih karunia dan penyertaan Tuhan.

Sahabat P/KB yang dikasihi Tuhan!

Sebagai umat pilihan Allah, bangsa Israel terpanggil untuk hidup dalam pertobatan dan meninggalkan kehidupan yang dapat mendatangkan malapetaka. Tuhan tidak pernah ingkar janji terhadap umat-Nya sehingga tidak ada kata lain bagi bangsa Israel, selain mengikuti perintah Tuhan. Seruan untuk bertobat adalah jalan masuk bagi umat Tuhan untuk kembali pada Sang Tukang Periuk yang akan kembali membentuk kehidupan umat Israel agar dapat menjadi bejana yang baik, berfungsi serta bermanfaat bagi banyak orang. Melalui Yeremia, Tuhan memberikan dua pilihan yaitu memilih hidup dalam pertobatan dan ketaatan atau hidup dalam kejahatan dan malapetaka. Pilihan yang paling tepat adalah hidup dalam pertobatan dan ketaatan karena akan membuat umat Tuhan diberkati dan selalu berjalan dalam penyertaan-Nya.

Sahabat P/KB yang diberkati Tuhan!

Dalam perjalanan kehidupan kita sebagai Pria/Kaum Bapa masing-masing kita meyakini bahwa Tuhan sudah membentuk kita mulai dari dalam kandungan, seperti tanah liat yang kemudian menjadi bejana. Tuhan Allah dalam Yesus Kristus memiliki rencana yang luar biasa bagi perjalanan hidup kita masing-masing. Dia telah membentuk kita menjadi orang-orang yang istimewa dengan tanggung jawab dan panggilan pelayanan yang luar biasa. Oleh karena itu, perikop ini mengingatkan kita semua untuk teguh dalam keyakinan kita dan peka terhadap sekeliling kita sehingga kita dapat menentukan pilihan yang tepat. Kita terpanggil dalam rancangan besar kasih karunia Tuhan. Rancangan dan maksud Tuhan selalu indah dan bermanfaat bagi banyak orang. Kita semua terpanggil untuk meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang dapat memuliakan Tuhan serta melayani sesama kita.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan!

Kita dapat memulai kehidupan pertobatan dan ketaatan kepada Tuhan, Sang Tukang Periuk dari diri kita sendiri serta keluarga kita masing-masing. Sebagai kepala keluarga, kita terpanggil untuk menjadi panutan dan teladan yang dapat bermanfaat bagi keluarga kita, istri dan anak-anak serta cucu-cucu kita. Kita mulai hidup dalam doa dan penyerahan diri kepada Tuhan atas semua rencana kita. Dengan keyakinan iman, kita terpanggil menjaga dan memelihara hidup kita yang selalu berserah kepada Dia. Dialah yang dapat mengendalikan hidup, perencanaan, dan masa depan kita. Dalam kehidupan persekutuan P/KB marilah kita terus andalkan Tuhan Yesus yang memanggil dan memercayakan kepada kita tugas panggilan bersama. Pelayanan ini adalah milik Tuhan, mari kita kerjakan dan karyakan hanya untuk kemuliaan nama-Nya. AMIN.

Pertanyaan untuk PA:

  1. Apa pesan firman bagi umat Tuhan menurut Yeremia 18:1-17?
  2. Bagaimana kita dapat menentukan pilihan kepada Tuhan Allah yang adalah Tukang Periuk, perencana dan pembentuk kehidupan kita?