RHK GMIM
MENU
RHK GMIM 01 Maret 2026

RHK GMIM 01 Maret 2026

Yeremia 18:1-4, Tuhan Allah Membentuk Hidup Kita Sesuai Rancangan-Nya

"Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya."

— Yeremia 18:1-4

Tuhan Allah Membentuk Hidup Kita Sesuai Rancangan-Nya

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebuah bejana yang dihasilkan oleh tukang periuk melewati beragam proses. Dibutuhkan keahlian serta kreativitas untuk membentuk tanah liat menjadi benda yang bermanfaat dan memiliki nilai estetika. Dari proses pembuatan bejana seperti ini ternyata ada banyak hal yang dapat dipelajari untuk kehidupan beriman.

Ayat Alkitab kita hari ini menyebutkan bahwa Firman Tuhan Allah yang datang kepada nabi Yeremia dan memerintahkannya untuk pergi ke rumah tukang periuk Dia bukan hawa sekadar mengamati, namun Tuhan Allah menggunakan analogi pekerjaan tukang periuk tersebut untuk memperdengarkan kehendak-Nya bagi Umat Yehuda. Kata "memperdengarkan" dalam terjemahan asli dapat juga berarti "memberitahukan" Oleh karenanya dengan mengamati pekegaan tukang periuk ada pesan Tuhan Allah untuk sampaikan kepada umat. Ketika Yeremia mengamati pekerjitan tukang periuk, ia melihat apabila bejana yang dibuat dari tanah liat itu rusak. maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus

Melalui perumpamaan ini ada dua hal yang menjadi bahan perenungan. Pertama, ketika tukang periuk membentuk tanah liat menjadi periuk atau bejana ia memiliki otoritas penuh untuk membentuknya menjadi seperti apa wujud yang dikehendakinya Apalagi bila bejana itu rusak, maka tukang periuk akan memperbaiki dan membentuk sesuatu yang baik menurut kehendaknya. Perumpamaan ini menjadi gambaran untuk disampaikan kepada umat bahwa. Tuhan Allah memiliki otoritas dan kedaulatan penuh atas kehidupan mereka untuk membentuk sesuai dengan kehendak-Nya. Kedua, di tangan tukang periuk tidak ada tanah liat yang dibuang, demikian juga kasih Tuhan Allah. Meskipun kehidupan umat telah rusak. Dia sanggup untuk membentuknya lagi menjadi yang baik.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman saat ini mengingatkan kita, betapa berharganya kehidupan manusia di hadapan Tuhan Allah. Dia membentuk kita sesuai rancangan-Nya. Sekalipun kita bisa rapuh, rusak, dan gagal, namun Dia tak pernah gagal dalam menyatakan rancangan-Nya. Dia sanggup memulihkan serta membentuk kembali kehidupan kita seturut rancangan-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Amin.

Doa

Ya Tuhan Allah, bentuklah hidup kami sesuai dengan rancangan-Mu. Kami percaya apapun yang Engkau kerjakan, itu semua untuk mendatangkan kebaikan. Terpujilah nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.