RHK GMIM
MENU
RHK GMIM 02 Maret 2026

RHK GMIM 02 Maret 2026

Yeremia 18:5-6, Tuhan Allah Bertindak Seperti Tukang Periuk

"Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!""

— Yeremia 18:5-6

Tuhan Allah Bertindak Seperti Tukang Periuk

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Sebagai ciptaan Tuhan Allah, manusia tidak dapat berbuat menurut kemauannya sendiri. Tuhan Allah menciptakan manusia dengan maksud dan tujuan untuk menjadi alat kesaksian-Nya. Bagaikan tanah liat sampai menjadi sebuah bejana yang indah dan bermanfaat harus melewati proses yang tidak mudah.

Dalam kehidupan setiap hari, orang Kristen menghadapi beragam pergumulan dan tantangan, baik mengenai ekonomi, komunikasi di tengah keluarga dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia terbatas dan harus senantiasa bergantung kepada Tuhan Allah yang tidak terbatas itu. Proses pembentukan Tuhan Allah memang tidak mudah dimengerti. Hal inilah yang seringkali membuat manusia memberontak, marah atau lari dari jalan yang dikehendaki-Nya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Setelah Yeremia memperhatikan pekerjaan tukang periuk. Tuhan Allah berfirman kepada Yeremia untuk disampaikan kepada umat, bahwa ia juga bertindak seperti tukang periuk bagi umat-Nya. Tukang periuk atau dapat juga disebut tukang tembikar membuat sebuah benda menggunakan tangan dan kaki dengan pelarikan (alat membuat tanah liat). Sehingga dibutuhkan keahlian khusus, sampai menghasilkan sebuah benda yang indah dan berguna. Tuhan Allah mengambil gambaran dari tukang periuk dan tanah liat untuk memperlihatkan bahwa "seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku. hai kaum Israel." Tuhan Allah dapat mengubah ciptaan-Nya, baik menghancurkannya maupun membentuknya kembali. Hal ini menunjukkan. Dia berdaulat dan berhak atas hidup manusia. Namun, dalam otoritas dan kehendak-Nya yang bisa berbuat apapun. Ia adil dan tidak berlaku semena-mena.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Firman yang datang kepada Yeremia pada ayat 5 menunjukkan Tuhan Allah selalu mau membangun relasi dengan manusia meski umat-Nya memilih tidak setia, memberontak bahkan membelakangi Dia dengan hidup menurut jalannya sendiri.

Melalui firman ini. kita sebagai keluarga kristen yang adalah 'tanah liat' di tangan Sang Tukang Periuk yang Agung, diajak untuk memiliki sikap yang rendah hati, taat dan rela untuk diubah sesuai kehendak-Nya. Tuhan Allah mampu membentuk tanah liat dari yang tidak ada apa-apa menjadi sesuatu yang berguna dan indah. Karena itu, kiranya kita menjadikan hidup ini sesuai kehendak-Nya, sehingga apa yang kita lakukan dapat memuliakan Dia dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Doa

Ya Tuhan Allah, bentuklah kami seturut kehendak-Mu dan mampukan kami untuk hidup taat dan setia pada-Mu. Tolonglah agar kami percaya bahwa apapun yang Engkau lakukan pasti itulah yang terbaik. Amin.