"Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka."
— Yeremia 18:7-8
Pertobatan Meluputkan Kita Dari Malapetaka
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kehidupan orang Kristen tidak pernah sepi dari berbagai bentuk pergumulan, pencobaan dan godaan. Dalam situasi seperti ini. orang Kristen seringkali tak mampu menghadapi pergumulan dan hanyut godaan. Ada yang kemudian berpaling dari imannya dan berbuat dosa, bahkan sulit untuk berubah dan melakukan dosa terus-menerus. Padahal, ada konsekuensi dari perbuatan itu yaitu, penghukuman. Namun pertobatan yang sungguh-sungguh dapat membuka jalan terhadap belas kasih dan pengampunan Tuhan Allah. Hal inilah yang difirmankan-Nya melalui nabi Yeremia.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Meskipun Tuhan Allah telah berkata tentang suatu bangsa dan kerajaan bahwa Dia akan mencabut, merobohkan, dan membinasakan karena kejahatan mereka, tetapi ketika mereka bertobat, pada ayat 8 disebutkan, ''menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.'' Kata menyesal di sini menggunakan kata 'nikhamti' yang berarti menghela napas, mengasihani, menjadi lunak dalam perasaan atau berbelas kasih. Ini menunjukkan. Tuhan Allah adil dalam keputusan-Nya dan penuh kasih dalam tindakan-Nya. Walaupun Dia berdaulat dan dapat melakukan apapun terhadap umat-Nya yang berdosa, namun kasih-Nya melampaui segalanya. Ia berbelas kasih terhadap mereka yang bertobat.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Kata bertobat dalam bahasa Ibrani menggunakan kata shub yang berarti berbalik. Itu berarti berbalik kembali kepada Tuhan Allah dari dosa yang telah memisahkan umat dengan-Nya. Sehingga, pertobatan menekankan kesungguhan hidup yang bukan hanya menyesal tetapi juga dinyatakan dalam tindakan untuk berbalik sepenuhnya dari kejahatan.
Hidup dalam pertobatan membutuhkan komitmen untuk tidak kembali pada pola hidup yang lama. Sebab, ada-ada saja godaan Iblis yang menghendaki kita untuk jatuh dalam dosa. Jika tidak segera bertobat dari dosa, maka hidup kita akan salah arah dan semakin jauh dari Tuhan Allah. Oleh karena itu, kita harus senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan Allah melalui doa, membaca Alkitab dan menaikkan syukur kepada-Nya. Hanya dekat dengan Dia kita dapat mengalami perubahan hidup yang menyeluruh sesuai karakter Yesus Kristus yang dapat ditunjukkan dalam hidup sehari-hari. Amin.
Doa
Ya Tuhan Allah, mampukanlah kami untuk terus hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh di hadapan-Mu dan di hahadapa sesama. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.