"Sebab itu beginilah firman TUHAN: "Cobalah tanyakan di kalangan bangsa-bangsa: siapakah yang telah mendengar hal seperti ini? Anak dara Israel telah melakukan hal-hal yang sangat ngeri! Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir? Tetapi umat-Ku telah melupakan Aku, mereka telah membakar korban kepada dewa kesia-siaan; mereka telah tersandung jatuh di jalan-jalan mereka, yakni jalan-jalan dari dahulu kala, dan telah mengambil jalan simpangan, yakni jalan yang tidak diratakan.""
— Yeremia 18:13-15
Pilihlah Tuhan Allah Dalam Kehidupan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Bangsa Israel dipilih menjadi umat kepunyaan Tuhan Allah, bukan untuk dieksklusifkan atau dikhususkan tetapi menjadi alat kesaksian dan berkat bagi bangsa-bangsa lain. Namun, apa yang diharapkan-Nya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Tuhan Allah menunjukkan betapa mengherankan dan mengerikan dosa yang dilakukan umat, yaitu dengan berbalikdan meninggalkan-Nya. Sehingga bangsa-bangsa lainpun, dalam bahasa asli menggunakan kata gdyim yang artinya orang-orang kafir, belum pernah mendengar tindakan seperti yang dilakukan oleh Israel. Mereka disebut anak dara yang melakukan hal-hal yang sangat ngeri. Ini menunjuk pada penyembahan berhala yang membuat mereka menjauhi Tuhan Allah, (ayat 13).
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan atau mustahil untuk terjadi. Seperti digambarkan pada ayat 14, "Masakan salju putih akan beralih dari gunung batu Siryon? Masakan air gunung akan habis; air yang sejuk dan mengalir?" Arti dari ayat ini dapat dimengerti bahwa seseorang yang melihat aliran mata air yang begitu jernih, sejuk dan menyegarkan tidak mungkin akan meninggalkannya. Dengan demikian, manusia pasti tidak akan meninggalkan kepastian untuk suatu ketidakpastian. Tetapi Israel justru melakukannya. Tuhan Allah yang memiliki kedaulatan dan otoritas penuh atas ciptaan-Nya serta telah melakukan banyak kebaikan terhadap mereka, namun dilupakan dan ditinggalkan oleh Israel. Mereka lebih memilih hal yang sia-sia dan tidak pasti dengan menyembah patung buatan manusia yang tidak bernyawa. Ini jelas adalah kebodohan dan kengerian. Sehingga, oleh karena perbuatan itu, mereka tersandung jatuh dan akan menerima hukuman.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Sebagai keluarga Kristen, kita juga dikehendaki Tuhan Allah untuk hidup setia dan tidak berpaling dari-Nya. Sebab melupakan Dia merupakan hal yang ngeri sebagaimana dikatakan pada ayat 13. Hidup yang tidak berpusat pada Tuhan Allah, bahkan meninggalkan-Nya akan selalu tersandung dan mengalami kekacauan serta kesengsaraan. Oleh karena itu, meskipun semakin banyak tugas dan tanggung jawab dan semakin berlimpah berkat yang Tuhan Allah berikan atau di tengah pergumulan, janganlah kita sampai melupakan-Nya. Janganlah mencari jalan sendiri. Bergantunglah kepada-Nya, karena Dia adalah sumber kehidupan, agar kita hidup dan diberkati. Amin.
Doa
Ya Tuhan Allah, ampunilah kami ketika mulai melupakan-Mu dan berjalan menurut jalan sendiri. Tolonglah kami untuk selalu setia dan taatpada-Mu sehingga fokus hidup kami tidak teralihkan kepada hal-hal yang sia-sia. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.