RHK GMIM
MENU
RHK GMIM 10 Februari 2026

RHK GMIM 10 Februari 2026

PANGGILAN BERKUMPUL DAN DICATAT

1:17 Lalu Musa dan Harun memanggil orang-orang yang tertunjuk namanya itu, 1:18 dan pada tanggal satu bulan yang kedua mereka menyuruh segenap umat berkumpul. Kemudian silsilah orang-orang Israel disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka, sedang nama-nama mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas dicatat orang demi orang, 1:19 seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Demikianlah Musa mencatat mereka di padang gurun Sinai.

— Bilangan 1:17–19

PANGGILAN BERKUMPUL DAN DICATAT

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Tuhan Allah memanggil setiap orang dengan tujuan yang unik, namun semua bersumber pada satu panggilan utama yaitu menggenapi rencana-Nya. Firman Tuhan Allah hari ini mengajarkan bahwa perbedaan tugas bukanlah pertanda ketidaksempurnaan, melainkan bukti keanekaragaman karunia Tuhan Allah. Seperti anggota tubuh yang saling melengkapi, keluarga Kristen dipanggil untuk bersatu dalam misi yang sama, sekaligus menghargai keunikan peran masing-masing.

Firman Tuhan Allah hari ini menjelaskan proses Musa dan Harun mengumpulkan bangsa Israel sesuai perintah Tuhan Allah. Kata kunci dalam ayat ini adalah wayyiqqah ("dan mengambil"), bukan qārū'ê ("memanggil"), yang menunjukkan inisiatif mutlak Tuhan Allah dalam proses pengumpulan ini. Kata Ibrani wayyiqqah dari akar kata lāqaḥ bermakna "mengambil milik-Nya", menegaskan Tuhan Allah mengklaim bahwa Israel adalah umat pilihan sebagai pasukan-Nya. Ini berbeda dengan konsep panggilan (qārā') yang kerap bersifat responsif. Tuhan Allah memerintahkan pendataan Israel secara sistematis: menurut suku, kaum, keluarga, dan usia (ay. 18).

Dalam budaya Israel kuno, struktur ini mencerminkan hierarki sosial yang kaku, namun tujuan rohaninya yaitu memastikan tanggung jawab kolektif sebagai umat perjanjian dan mempersiapkan mereka menghadapi perjalanan ke Kanaan di mana keteraturan dan disiplin dibutuhkan. Meski Harun disebut di awal (ay. 17), ia tidak disebutkan dalam pelaksanaan sensus. Hal ini konsisten dengan pola kepemimpinan dalam kitab Bilangan yaitu Musa sebagai pemimpin utama, sementara Harun dan lainnya adalah pendamping. Lokasi padang gurun Sinai juga penting, mengingat di tempat inilah Israel belajar bergantung sepenuhnya pada Tuhan Allah.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Musa mencatat nama-nama mereka yang "20 tahun ke atas" (ay. 18), tetapi ini tidak berarti anak-anak atau lanjut usia tidak berharga. Perbedaan gender, usia atau status sosial bukanlah penghalang, melainkan sarana Tuhan Allah mengajarkan ketergantungan.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebagai dalam keluarga Kristen kita juga memiliki berbagai peran dan tanggung jawab seperti ibu memasak, ayah bekerja dan anak belajar, semua saling mendukung. Setiap peran: ayah, ibu, anak, bahkan kakek-nenek memiliki nilai di mata-Nya. Tidak ada yang terlalu kecil atau remeh untuk dipakai dalam rencana Tuhan Allah. Panggilan untuk "berkumpul dan dicatat" mengingatkan kita bahwa keluarga Kristen adalah bagian dari umat Tuhan Allah. Seperti Israel yang dipersiapkan di padang gurun, Tuhan Allah sedang membentuk keluarga kita untuk misi-Nya yaitu menjadi terang dan garam bagi dunia.

Doa

Doa: Ya Bapa sorgawi, ajarlah kami memahami panggilan-Mu dan menerima peran kami dengan syukur. Tolonglah kami menjalankannya dengan setia, tanpa membandingkan-bandingkannya dengan orang lain atau meremehkannya. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.