1:32 Mengenai keturunan Yusuf: Ketika silsilah bani Efraim disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:33 Jumlah yang dicatat dari suku Efraim ada empat puluh ribu lima ratus orang. 1:34 Dan ketika silsilah bani Manasye disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:35 Jumlah yang dicatat dari suku Manasye ada tiga puluh dua ribu dua ratus orang. 1:36 Ketika silsilah bani Benyamin disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:37 Jumlah yang dicatat dari suku Benyamin ada tiga puluh lima ribu empat ratus orang. 1:38 Ketika silsilah bani Dan disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:39 Jumlah yang dicatat dari suku Dan ada enam puluh dua ribu tujuh ratus orang. 1:40 Ketika silsilah bani Asyer disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:41 Jumlah yang dicatat dari suku Asyer ada empat puluh satu ribu lima ratus orang. 1:42 Ketika silsilah bani Naftali disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam suku mereka, maka dicatatlah nama orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke atas, semua orang yang sanggup berperang. 1:43 Jumlah yang dicatat dari suku Naftali ada lima puluh tiga ribu empat ratus orang.
— Bilangan 1:32–43
SEMUA UMAT DIPANGGIL DALAM RENCANA TUHAN ALLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tuhan Allah memerintahkan Musa menghitung umat Israel. Tujuan penghitungan ini bukan sekadar mengukur jumlah, melainkan mempersiapkan mereka secara terstruktur bagi rencana-Nya. Dalam kehidupan, manusia sering menghitung untuk kepentingan diri, mencari keuntungan, menghindari kerugian atau mengukur "plus-minus" duniawi. Tetapi perintah Tuhan Allah menghitung secara detail dimaksudkan agar semua orang dapat berpartisipasi dalam gerak misi-Nya. Pembagian suku pun penuh makna. Suku Yusuf diwakili oleh anak-anaknya yaitu Efraim dan Manasye (Bil. 1:32-35). Ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan Allah berbeda untuk semua orang Israel dan suku-sukunya. Suku-suku lain seperti Benyamin (anak Rahel), Dan (keturunan Bilha), Asyer, dan Naftali (keturunan Zilpa) juga dihitung sama dengan suku yang lain. Meski berasal dari ibu yang berbeda status (Rahel, Bilha, dan Zilpa), semua suku memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam rencana Tuhan Allah. Bahkan suku Yehuda, yang kelak menjadi garis keturunan Daud dan Mesias (Matius 1:1-16), tidak diberi hak istimewa (privilege) dalam penghitungan ini. Disebutkan usia, kaum, keluarga dan suku mereka yang menunjukkan umat yang taat pada detail yang kecil. Hal ini membuktikan bahwa keteraturan bukan didasarkan pada keutamaan kelompok atau orang dan latar belakangnya, melainkan kesediaan mengikuti Tuhan Allah sekecil apa pun menurut ukuran manusia.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Firman Tuhan Allah hari ini menegaskan bahwa Dia peduli pada proses, bukan hanya hasil. Bagi Israel, ketaatan dalam mengikuti sensus adalah cermin kesiapan mereka berperang dan menjalani perjalanan bersama Tuhan Allah. Bagi kita, ketaatan seperti sensus, pemetaan kolom, kehadiran rapat, pengisian data jemaat atau partisipasi dalam program gereja adalah wujud nyata iman dan percaya kita kepada Tuhan Allah. Ia pun bekerja lewat keteraturan (1 Korintus 14:40). Ketaatan tidak memiliki ukuran besar atau kecil tetapi ketaatan adalah soal komitmen.
Doa
Doa: Ya Tuhan Allah yang Mahakuasa, tolonglah kami agar tetap taat pada perintah-Mu. Dan mampukan kami untuk taat dalam segala hal tanpa memandang hal itu besar atau kecil, dalam nama Yesus Kristus. Amin