1:47Tetapi mereka yang menurut suku bapa leluhurnya termasuk orang Lewi, tidak turut dicatat bersama-sama dengan mereka itu. 1:48 Sebab TUHAN telah berfirman kepada Musa: 1:49 "Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel, 1:50 tetapi tugaskanlah mereka untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya. 1:51 Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka; sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati. 1:52 Orang Israel haruslah berkemah masing-masing di tempat perkemahannya dan masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka, 1:53 tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum Allah supaya umat Israel jangan kena murka; orang Lewi haruslah memelihara Kemah Suci, tempat hukum itu." 1:54 Maka orang Israel berbuat demikian; tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat mereka.
โ Bilangan 1:47โ54
HIDUPLAH SESUAI PERINTAH TUHAN ALLAH
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Perintah Tuhan Allah bukan sekadar ajakan, melainkan wajib dilakukan. Ia tidak memberi kita pilihan ketika menyatakan perintah-Nya, karena tujuan-Nya selalu untuk kebebasan sejati: bebas dari jerat dosa, bukan bebas melakukan apa saja (Yohanes 8:32-36). Seperti pagar pelindung di tepi jurang, perintah Tuhan Allah justru menjadi bukti kasih-Nya agar kita tidak terjerumus dalam kebinasaan.
Firman-Nya hari ini memberikan dua instruksi spesifik. Pertama, suku Lewi dikecualikan dari sensus seperti suku-suku yang lain (ayat 49). Kedua, mereka ditugaskan untuk mengawasi (Ibr. paw-kad yang berarti mengawasi, merawat, menyimpan dan mengumpulkan) Kemah Suci (ayat 50-53). Apapun yang berhubungan dengan kemah suci adalah tugas dari orang Lewi. Perbedaan ini bukanlah diskriminasi, melainkan penetapan panggilan. Orang Lewi menjadi perantara agar orang Israel tidak melanggar batas untuk menjaga kekudusan Kemah Suci.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Dalam Perjanjian Lama, hanya orang Lewi yang boleh melayani di Kemah Suci atau Bait Allah. Tetapi dalam Perjanjian Baru semua orang percaya adalah Imamat yang Rajani (1 Ptr. 2:9). Kesetiaan orang Lewi, menjadi contoh pemberian diri kepada Tuhan Allah dalam setiap tanggung jawab. Selain itu, pernyataan terakhir dari penulis adalah Musa dan seluruh orang Israel melakukan segala perintah Tuhan (Ibr. แนฃiwwฤh Yahweh). Ketaatan Israel atas perintah Tuhan Allah dalam firman ini bukanlah kisah ketaatan Musa dan Harun saja, tetapi kerjasama seluruh umat.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,
Tanggung jawab suku Lewi adalah cermin bagi kita sebagai imamat yang rajani (1 Petrus 2:9). Jika dahulu hanya satu suku yang melayani, kini setiap orang percaya dipanggil menjadi "Penjaga Kemah Suci" di bidang masing-masing. Orangtua yang memastikan doa menjadi nafas hidup keluarga, guru yang mengajar dengan integritas dan pekerja yang menjaga kejujuran di kantor. Jadi pelayan yang rendah hati, seperti orang Lewi yang tidak terdaftar dalam sensus, tetapi setia dalam tugasnya. Orang Israel mengajarkan, ketaatan harus mendahului pengertian. Mereka tidak memprotes mengapa suku Lewi tidak ikut berperang atau mengapa Kemah Suci harus di tengah perkemahan. Mereka percaya bahwa setiap perintah Tuhan Allah mengandung rencana yang jauh lebih besar bagi hidup mereka. Amin.
Doa
Doa: Ya Allah Bapa, tolonglah kami untuk memahami bahwa kami memiliki anugerah untuk menjadi imamat yang Rajani. Dan mampukan kami untuk meneladankan kehidupan sesuai perintah-Mu, dalam nama Yesus Kristus. Amin.