"Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan."
— 1 Yohanes 2:9-10
Kasih Cerminan Kehidupan dalam Terang
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Terang dan gelap sering menjadi simbol yang dipakai untuk menggambarkan dua hal yang sangat bertentangan. Dalam kehidupan ini biasanya orang cenderung memilih terang dalam berbagai hal. Orang sulit beraktifitas jika dalam kegelapan, sehingga orang akan berusaha untuk ada dalam keadaan yang terang. 1 Yohanes 2:9-10 memberikan sebuah pernyataan yang tajam dan menggugah: "Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan."
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Firman tentang metafora terang dan gelap menggambarkan realitas spiritual yang mendalam. Terang melambangkan kebenaran, kebaikan, kehadiran dan kasih Tuhan Allah. Sementara kegelapan mewakili dosa, kebohongan, kebencian, dan keterpisahan dari Tuhan Allah. Namun, perhatikan bahwa ayat-ayat ini tidak hanya menjelaskan tentang kepercayaan atau pengakuan iman. Tetapi tentang tindakan nyata, mengasihi atau membenci. Firman ini mengingatkan kita bahwa iman sejati selalu harus berwujud dalam tindakan, terutama dalam cara kita memperlakukan orang lain.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Membenci saudara adalah bukti bahwa seseorang masih hidup dalam kegelapan. Sebaliknya, mengasihi saudara adalah bukti autentik dari hidup dalam terang. Ini bukan tentang perasaan hangat atau sentimen belaka, tetapi tentang komitmen aktif untuk mengasihi orang lain, bahkan ketika itu sulit sekalipun. Firman hari ini menjelaskan tentang "penyesatan". Mengasihi saudara menjaga supaya tetap dijalan yang benar, mencegah agar tidak tersesat dalam kebohongan atau pembenaran diri, apalagi menyesatkan orang lain. Kasih menjadi kompas moral yang menunjukkan arah yang benar dalam perjalanan iman orang percaya. Kita harus benar-benar hidup dalam terang dan kasih yang nyata serta aktif, bukan hanya sekadar kata-kata. Ingatlah, kita tidak dapat mengklaim hidup dalam terang jika masih membiarkan kebencian atau ketidakpedulian menguasai hati ini.
Sebagai keluarga Kristen setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan: membiarkan terang kasih Yesus Kristus bersinar, atau membiarkan kegelapan kebencian dan keegoisan menguasai. Mari kita memilih untuk hidup dalam terang dengan saling mengasihi secara tulus sebagai satu keluarga dan kepada orang-orang lain. Dengan demikian, kita tidak hanya mengalami terang Yesus Kristus dalam hidup ini, tetapi juga memancarkan terang-Nya bagi dunia. Amin.
Doa
Ya Bapa Terang yang Ilahi, bawalah kiranya kehidupan kami untuk tetap ada dalam Terang-Mu. Dengan demikian kami akan dapat hidup saling mengasihi satu sama lain dan menjauhkan diri dari berbagai kebencian, dalam nama Yesus Kristus. Amin.