RHK GMIM
MENU
RHK GMIM 27 Januari 2026

RHK GMIM 27 Januari 2026

1 Yohanes 2:11, Kebencian Membutakan Kehidupan Rohani

"Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya."

β€” 1 Yohanes 2:11

Kebencian Membutakan Kehidupan Rohani

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dalam keadaan gelap orang biasanya mengalami kesulitan untuk beraktifitas. Apalagi dalam kegelapan yang begitu pekat, orang seakan mengalami kebutaan sementara, karena tidak dapat melihat apapun yang ada di sekitarnya. Firman hari ini menjelaskan tentang kegelapan. Ayat ini menggambarkan dengan jelas konsekuensi spiritual dari tindakan membenci saudara kita. Gambaran yang digunakan sungguh kuat bahwa seseorang yang membenci digambarkan seperti orang yang berjalan dalam kegelapan total, tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Kebencian bukan hanya sekadar emosi negatif atau perasaan tidak suka. Kebencian adalah dorongan yang merusak dan menempatkan kita dalam keadaan "kegelapan", terputus dari terang dan kebenaran Tuhan Allah. Lebih dari itu, kebencian membutakan kita, mengaburkan penilaian kita dan mengganggu kemampuan kita untuk melihat realitas dengan jelas. Frasa "ia tidak tahu ke mana ia pergi" menggambarkan kebingungan dan disorientasi spiritual yang disebabkan oleh kebencian. Ketika kita membiarkan kebencian bersemayam dalam hati, kita kehilangan arah dalam perjalanan iman. Kita mungkin berpikir bahwa kita masih di jalan yang benar, namun sebenarnya telah tersesat.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Dalam kehidupan ini sebagai keluarga Kristen kadang kala kita terjebak dalam kebencian yang disebabkan oleh berbagai hal, entahkah iri, dengki, dendam dan hal lainnya yang membuat membenci orang lain. Kebencian tersebut membutakan mata kehidupan rohani. Kebutaan yang disebabkan oleh kebencian bukan hanya mempengaruhi pandangan terhadap orang yang dibenci, tetapi juga mengaburkan pemahaman tentang diri sendiri dan tentang Tuhan Allah. Kita mungkin membenarkan kebencian, menganggapnya sebagai "kemarahan yang benar”, tanpa menyadari telah menyimpang jauh dari kasih Yesus Kristus.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Jika hati dan hidup kita masih dipenuhi kebencian maka jalan keluarnya adalah kembali kepada terang kasih Yesus Kristus. Kita perlu menyadari kebencian itu, bertobat dan memohon agar Tuhan Allah untuk mengampuni dan mengasihi. Ini bukan proses yang mudah atau cepat, tetapi inilah jalan menuju kebebasan spiritual dan pemulihan penglihatan rohani. Kiranya terang Yesus Kristus menyingkapkan area-area kegelapan dalam hati dan memampukan keluarga kita untuk saling mengasihi bahkan bagi mereka yang sulit untuk dikasihi. Dengan demikian, kita dapat berjalan dalam terang dengan arah yang jelas dan penglihatan yang jernih, menuju kedewasaan iman dalam Yesus Kristus. Amin.

Doa

Bapa sorgawi janganlah biarkan kebencian membutakan mata rohani kami, tapi biarlah Terang Kasih-Mu menyinari kami untuk dapat melihat dengan jelas arah dan tujuan hidup kami di dalam Engkau. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.