"Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat."
— 1 Yohanes 2:12-13
Pertumbuhan Iman dalam Keluarga
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.
Keluarga adalah komunitas kecil yang terdiri dari individu-individu yang tinggal dalam satu rumah dan menjalin relasi emosional yang erat. Setiap anggota keluarga berada di tahap kehidupan yang berbeda-beda. Anak-anak yang perlu pendampingan dan pendidikan, remaja yang dalam masa pencarian jati diri, orangtua yang adalah pembimbing, pemimpin, pengambil keputusan dan kakek/nenek sumber kebijaksanaan serta pengalaman.
Firman Tuhan hari ini, menjelaskan tiga kelompok jemaat yang berbeda, anak-anak, bapa-bapa, dan orang-orang muda. Meskipun ini bisa merujuk pada kelompok usia literal, namun penulis menggunakan istilah ini untuk menggambarkan tingkat kedewasaan spiritual yang berbeda dalam persekutuan keluarga Tuhan Allah. Kepada "anak-anak", diingatkan tentang pengampunan dosa. Ini adalah fondasi iman Kristen, bahwa melalui Yesus Kristus, dosa-dosa diampuni. Bagi mereka yang baru dalam iman, pengalaman akan pengampunan ini sering kali adalah yang paling segar dan berharga. Kepada "bapa-bapa", diingatkan tentang pengenalan akan Tuhan Allah "yang ada dari mulanya". Ini menunjukkan kedewasaan spiritual, pemahaman yang mendalam tentang sifat kekal Tuhan Allah dan hubungan pribadi yang telah tumbuh selama bertahun-tahun dengan-Nya. Kepada "orang-orang muda", diingatkan tentang kemenangan mereka atas yang jahat. Ini menggambarkan tahap iman yang penuh semangat dan kekuatan, di mana orang percaya mengalami kemenangan dalam Yesus Kristus.
Keluarga Kristen yang diberkati Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita sebagai keluarga Kristen bahwa pertumbuhan spiritual adalah proses yang berkelanjutan. Kita semua memulai sebagai "anak-anak", bersukacita dalam pengampunan. Kemudian tumbuh menjadi "orang-orang muda", berjuang dan menang melawan dosa dan pencobaan. Akhirnya, kita berharap untuk menjadi "bapa-bapa", dengan pengenalan yang mendalam akan Tuhan Allah. Tantangan bagi kita adalah untuk terus bertumbuh, tidak berdiam dan berhenti pada satu tahap saja.
Bagi yang masih "anak-anak", baik secara literal, maupun secara metafor, janganlah berhenti pada pengalaman awal, tetapi teruslah belajar dan bertumbuh. Bagi "orang-orang muda", teruslah berjuang dalam kekuatan Tuhan Allah. Dan bagi "bapa-bapa", teruslah mengejar pengenalan yang lebih dalam akan Tuhan Allah. Sekali lagi ini bukan sekadar menunjuk pada usia tertentu secara literal tetapi secara umum berlaku kepada semua orang percaya. Setiap tahap pertumbuhan iman memiliki tantangannya dan berkatnya sendiri sendiri. Namun di setiap tahap, kita dipanggil untuk terus maju, saling mendukung dalam keluarga dan bersama-sama bertumbuh menuju kedewasaan penuh dalam terang kasih Yesus Kristus. Amin.
Doa
Ya Tuhan Allah, kami rindu iman bertumbuh di dalam Engkau, mengalami kedewasaan iman sambil memandang kepada terang kasih Yesus Kristus. Bawalah hidup kami menjalani setiap tahapan kehidupan dan pertumbuhan iman dalam ketaatan kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.