GMIM

Bina Remaja GMIM, 20-26 September 2026, Yohanes 10:1-21, Aku Mengenal Domba-domba-Ku dan Domba-domba-Ku Mengenal Aku

BINA REMAJA ยท 2026-09-20

Bina Remaja GMIM, 20-26 September 2026, Yohanes 10:1-21, Aku Mengenal Domba-domba-Ku dan Domba-domba-Ku Mengenal Aku

Yohanes 10:1-21

๐Ÿ“–Bina Remaja Minggu Iniโ†’
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip BINA REMAJA?
Bina Remaja Minggu Iniโ†’

Aku Mengenal Domba-domba-Ku dan Domba-domba-Ku Mengenal Aku

Syalom,

Adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus!

Siapa di sini yang kalau HP-nya berdering langsung tahu siapa yang menelepon hanya dari nada deringnya? Atau, pernahkah kalian mendengar mama atau papa memanggil dari kejauhan, dan tanpa melihat adik-adik langsung tahu siapa yang memanggil? Mengapa bisa begitu? Hal ini karena kita mengenal suara mereka. Tetapi kakak ingin bertanya lagi. Kalau Yesus berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, apakah kita masih mengenali suara-Nya? Atau justru suara dunia lebih sering kita dengarkan?

Adik-adik yang diberkati Tuhan, dalam bacaan Yohanes 10 hari ini, kita mau belajar bersama tentang apa yang mau Tuhan Yesus ajarkan pada kita. Bacaan ini mau menegaskan kepada kita bahwa Yesus adalah Gembala yang Baik. Pada zaman Yesus, seorang gembala itu hidup bersama domba-dombanya. Ia mengenal persis setiap dombanya. Ia selalu melindungi mereka dari serigala, membawa mereka ke padang rumput yang hijau, dan rela mempertaruhkan nyawanya. Karena itu Yesus berkata: "Akulah Gembala yang baik." Di sini Yesus bukan pemimpin yang hanya memberi perintah dari jauh. Tetapi sebagai gembala Ia berjalan bersama kita. Di saat kita gagal, saat kita kecewa, saat kita menangis, saat kita merasa tidak dihargai, Yesus tetap hadir. Ia tidak pernah berkata, "Kamu sudah tidak berguna" tapi sebaliknya, Ia berkata, "Aku mengenal engkau."

Yesus mengenal kita lebih dalam dari siapapun. Di media sosial kita bisa mengunggah foto terbaik kita, orang melihat kita tersenyum, tetapi mereka tidak tahu kalau mungkin sebenarnya kita bersedih. Teman mengenal nama kita, guru mengenal kita, orang tua mengenal kebiasaan kita. Tetapi Yesus mengenal hati kita. Ia tahu rasa takut kita, apa yang membuat kita kecewa, pergumulan keluarga kita, bahkan dosa yang belum diketahui orang lainpun Dia tahu. Namun yang paling luar biasa, Yesus tetap mengasihi kita. Kasih-Nya tidak berubah. Hari ini kita hidup di dunia yang penuh dengan banyak tawaran yang menggiurkan. Seringkali kita melihat di media sosial ada status yang berkata, "Kalau ingin diterima, kamu harus ikut trend." Ada mungkin kita pernah dengar suara teman yang berkata, "Sekali-sekali berbuat salah tidak apa-apa." Ada juga yang berkata, "Yang penting kwa viral."

Adik-adik yang diberkati Tuhan, tetapi kalau suara Yesus, Dia berkata, "Ikutlah Aku." Sebagai remaja Kristen kita harus belajar membedakan suara mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang menjauhkan kita dari Tuhan. Nah, bagaimana caranya supaya kita mengerti mana suara Tuhan? Sebagai remaja yang mau berakar bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan, yang harus kita lakukan adalah rajin membaca Alkitab, rajin berdoa, aktif dalam ibadah remaja, bergaul dengan teman yang membawa kita semakin dekat kepada Tuhan. Ketika kita melakukan hal tersebut, kita akan peka dengan suara Tuhan. Seperti ada ilustrasi begini, ada seorang anak kecil berada di pasar yang sangat ramai. Tiba-tiba ia terpisah dari ibunya, banyak orang memanggil-manggil namun ia tidak bergerak. Sampai akhirnya terdengar suara ibunya dan tanpa ragu ia langsung berlari mendekati ibunya. Mengapa seperti ini? Karena anak itu mengenal suara ibunya. Demikian juga seharusnya kita sebagai orang percaya. Di tengah begitu banyak suara dunia ini, kita tetap mampu mengikuti Yesus karena kita mengenal suara-Nya.

Mengenal Yesus harus terlihat dalam sikap, kalau kita berkata mengenal Yesus tetapi masih suka membully teman, berkata kasar, menyebarkan gosip, menyontek, menyakiti orang tua, maka kita belum sungguh-sungguh hidup sebagai domba-Nya. Remaja yang mengenal Yesus akan terlihat dari hidupnya. Di sekolah dia menjadi terang, di rumah menghormati orang tua, di gereja mau melayani, di media sosial menjadi berkat.

Adik-adik remaja...

Hari ini Yesus tidak bertanya: "Berapa lama kamu sudah ke gereja?" Yesus juga tidak bertanya: "Berapa banyak ayat yang kamu hafal?" Tetapi Yesus bertanya: "Apakah engkau mengenal Aku?" Dan pertanyaan berikutnya, "Apakah engkau mau mengikuti suara-Ku?"

Kiranya mulai hari ini kita menjadi remaja GMIM yang bukan hanya mengenal Yesus dengan pikiran, tetapi juga mengasihi-Nya dengan hati dan mengikuti-Nya dalam kehidupan setiap hari. Karena hanya Yesus, Sang Gembala yang Baik, yang dapat membawa kita kepada hidup yang sejati. Amin.

Bagikan:

Artikel Terkait

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim Pelayanan Remaja Sinode GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 20/9/2026