Pergilah, dan Jangan Berbuat Dosa Lagi Mulai dari Sekarang
Syalom Remaja GMIM yang dikasihi Tuhan,
Pernahkah kita merasa bersalah karena sebuah kesalahan? Pernahkah kita berpikir, "Tuhan masih mau terima saya?" Kadang kita jatuh dalam dosa berbohong, membenci teman, berkata kasar, hidup tidak sesuai firman Tuhan, atau menjadi pribadi yang berbeda di gereja dan di media sosial.
Saat melakukan kesalahan, biasanya ada dua hal yang muncul di pikiran kita, takut dihakimi dan merasa tidak layak lagi di hadapan Tuhan.
Dalam bacaan hari ini, ada seorang perempuan yang sedang mengalami hal itu. Perempuan itu tertangkap berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus. Orang-orang Farisi ingin menghukumnya dengan dilempari batu. Bayangkan betapa malunya perempuan itu, semua orang melihat kesalahannya. Tidak ada yang membela dia, tetapi Yesus melakukan sesuatu yang berbeda.
Yesus berkata, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Satu per satu mereka pergi, mengapa? Karena ternyata semua orang juga berdosa. Sering kali manusia mudah menghakimi orang lain, tetapi lupa melihat dirinya sendiri yang sebenarnya lebih banyak berbuat dosa.
Perikop ini menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di hadapan Allah. Orang Farisi merasa diri paling benar, tetapi Yesus menyatakan bahwa mereka juga berdosa. Hal ini sesuai dengan Roma 3:23, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Dosa adalah kondisi manusia yang telah jatuh dan membutuhkan keselamatan dari Allah.
Dalam firman hari ini, Yesus tidak langsung menghukum perempuan itu, tetapi memberikan pengampunan. Ini terbukti dalam perkataan Yesus kepada perempuan itu, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Yesus mengampuni perempuan itu, tetapi juga meminta dia berubah. Artinya, kasih Tuhan bukan alasan untuk tetap hidup dalam dosa. Tuhan memberi kesempatan baru supaya kita bangkit dan hidup benar.
Hal ini menunjukkan kasih karunia Allah, yaitu kasih yang diberikan kepada manusia walaupun manusia tidak layak menerimanya. Keselamatan dan pengampunan adalah pemberian Allah secara cuma-cuma melalui Yesus Kristus.
Saudara-saudaraku yang diberkati Tuhan,
Pengampunan pada dasarnya tidak membenarkan dosa. Walaupun Yesus mengampuni perempuan itu, Ia berkata, "Jangan berbuat dosa lagi." Artinya, Allah mengampuni manusia, tetapi juga memanggil manusia untuk hidup dalam pertobatan dan kekudusan. Jangan jadikan kasih Tuhan ini sebagai lampu hijau untuk kita terus hidup dalam dosa.
Saudara-saudaraku, pertobatan pada dasarnya sebagai bukti perubahan hidup. Dalam teologi Kristen, pertobatan ("metanoia") berarti perubahan hati dan arah hidup. Pertobatan bukan hanya menyesal, tetapi meninggalkan dosa, memperbaiki hidup, dan hidup taat kepada Tuhan. Karena itu Yesus berkata, "Mulai dari sekarang."
Adik-adik remaja dan pembina yang diberkati Tuhan.
Kadang kita berpikir, "Ah, nanti jo mo berubah kalau so pemuda." Tetapi Yesus berkata, "Mulai dari sekarang." Mulai sekarang belajar hidup jujur, menjaga perkataan, meninggalkan pergaulan buruk, menggunakan media sosial dengan bijak, rajin berdoa dan membaca firman, serta hidup menjadi contoh yang baik. Tuhan tidak mencari remaja yang sempurna, tetapi remaja yang mau bertobat. Tidak ada hidup yang terlalu rusak untuk dipulihkan Tuhan, seperti pakaian putih yang terkena noda, dosa membuat hidup manusia menjadi kotor. Tetapi ketika dicuci, pakaian itu bisa bersih kembali. Begitu juga hidup kita, ketika datang kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, Tuhan sanggup membersihkan dan memulihkan hidup kita.
Hari ini Tuhan Yesus berkata kepada kita semua lewat firman-Nya:
"Aku pun tidak menghukum engkau." Itu adalah kasih Tuhan, tetapi Tuhan juga berkata, "Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Artinya, tinggalkan dosa, tinggalkan kehidupan lama, dan hiduplah sebagai remaja yang memuliakan Tuhan. Bukan besok, bukan nanti, tetapi mulai dari sekarang.
Bagi kita remaja GMIM yang hidup di tengah banyak godaan zaman, media sosial dan pergaulan sering membawa pada dosa, tetapi Tuhan selalu memberi kesempatan untuk berubah. Remaja Kristen dipanggil untuk hidup kudus, menjadi terang, dan menunjukkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari, jadilah agen perubahan. Jangan biarkan dunia yang mengubah kita, tetapi kitalah yang akan mengubah dunia ini dalam sebuah misi Allah, yaitu membawa setiap jiwa dimenangkan di hadapan Tuhan.
Tuhan tidak mencari remaja yang sempurna, tetapi remaja yang mau hidup dalam pertobatan setiap hari. Amin.


