ALASAN PEMILIHAN TEMA
Perkembangan pesat teknologi informasi, di dalamnya kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence), telah membawa manusia memasuki sebuah zaman di mana informasi apa pun dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Hal ini sekaligus memunculkan apa yang disebut information overload atau banjir informasi. Di tengah banjirnya informasi, manusia dapat jatuh pada ketidakmampuan untuk memprioritaskan informasi yang penting dan membuang yang tidak penting. Dalam situasi seperti ini, seseorang memerlukan kecerdasan spiritual dan intelektual agar dapat menerima luapan informasi dengan kemampuan membedakan informasi yang akurat dan keliru. Sehingga orang-orang tidak sekadar tahu tentang informasi tertentu, memiliki pengetahuan yang banyak, tetapi juga hidupnya menunjukkan tanda-tanda perubahan dan pertobatan sesuai kehendak Tuhan Allah.
Jangan sampai sebaliknya, luapan informasi yang mudah diakses tidak mampu disikapi dengan bijak, sehingga sangat penting bagi seseorang untuk menerima pendidikan dan pengajaran yang benar, yang didasarkan pada Injil Yesus Kristus. Dalam Injil, seseorang menjadi percaya karena mendengar dan mengetahui apa yang benar, yakni tentang Tuhan Allah, tentang dunia, dan tentang dirinya sendiri, yang membawanya kepada iman di dalam Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dalam kesadaran inilah dan dalam semangat bulan Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM, dipilih tema mingguan "PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA."
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Tujuan Injil Yohanes adalah supaya orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Anak Allah (pasal 20:30-31). Secara khusus dalam Yohanes 4, Yesus Kristus menyatakan diri-Nya kepada seorang perempuan Samaria yang kelak meneruskan berita itu kepada banyak orang Samaria. Yesus Kristus telah mengklaim dan mendeklarasi bahwa "Akulah Dia," yang menunjuk pada pengharapan yang dimiliki oleh perempuan tersebut dan banyak orang tentang Mesias yang akan datang (Yoh. 4:25-26). Apa yang dinyatakan Yesus Kristus tentang perempuan tersebut bahwa ia telah memiliki lima orang suami dan laki-laki yang sekarang bersama-sama dengannya bukanlah suaminya, telah membuat dia yakin bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi. Percakapannya yang lebih lanjut dengan Yesus Kristus telah membawa perempuan tersebut pada sebuah pertanyaan, "Mungkinkah Dia Kristus itu?"
Kedatangan para murid sesudah kembali dari kota untuk membeli makanan terjadi pada momen yang tepat. Pada waktu itu (ay. 27) menunjuk pada waktu yang tidak terlalu cepat, sehingga para murid dapat mengganggu percakapan Yesus Kristus dan perempuan Samaria itu. Para murid disebut heran dengan percakapan tersebut mengingat Yesus Kristus adalah rabi dan Ia seharusnya tahu bahwa seorang rabi tidak diperbolehkan berbicara dengan seorang perempuan di tempat umum, yakni perempuan yang bukan istrinya sendiri. Yesus Kristus sementara memberi pelajaran besar kepada murid-murid-Nya tentang emansipasi sejati perempuan dalam kerajaan-Nya. Walaupun para murid heran, namun penghormatan kepada Yesus Kristus membuat mereka tidak berani bertanya apa pun.
Perempuan itu lantas meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota (ay. 28). Tempayan (Yun. hudria; Ing. water jar; Ind. tempat air) yang dibawa perempuan tersebut adalah tembikar yang terbuat dari tanah liat dan sangat mungkin berukuran besar. Padahal tujuannya datang ke sumur itu untuk mengambil air, tetapi ia meninggalkan tempayan itu lalu pergi ke kota untuk memberitahu orang-orang tentang Yesus Kristus. Apa yang dilakukan perempuan ini dapat dilihat secara simbolis sebagai tanda dari seorang murid yang mau meninggalkan segala sesuatu untuk pergi bersaksi tentang Yesus Kristus. Kesaksian yang dibawa perempuan tersebut adalah "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" (ay. 29). Apa yang diserukan perempuan ini menyerupai panggilan Yesus Kristus kepada dua murid pertama-Nya (Yoh. 1:39), juga panggilan Filipus kepada Natanael (Yoh. 1:47).
Pengetahuan dan pengenalan Yesus Kristus atas hidup pribadinya telah meninggalkan kesan yang kuat dalam diri perempuan tersebut. Secara perlahan ia mulai menunjukkan perkembangan dalam pengenalannya kepada Yesus Kristus. Ia tidak sekadar memandang Yesus Kristus sebagai seorang Yahudi saja, juga tidak berhenti pada pandangan bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi. Pertanyaannya mengindikasikan keyakinan yang semakin bertumbuh dalam hatinya bahwa Yesuslah Kristus itu. Kesaksiannya mendorong orang-orang untuk datang pada Yesus Kristus (ay. 30).
Ajakan para murid agar Yesus Kristus segera makan menunjukkan perhatian para murid tentang keadaan fisik guru mereka, namun di saat bersamaan menunjukkan kegagalan mereka dalam memahami Yesus Kristus dan misi-Nya (ay. 31-33). Bagi Yesus Kristus, pemenuhan terhadap misi-Nya jauh lebih penting dari makanan untuk tubuh. Apa yang memuaskan Yesus ialah melaksanakan kehendak Bapa-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (ay. 34). Pernyataan Yesus Kristus yang mengutip pernyataan para murid bahwa empat bulan lagi akan tiba musim menuai diartikan secara rohani: "Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan sudah matang untuk dituai" (ay. 35). Penting untuk diingat bahwa saat Yesus Kristus mengatakan hal ini, orang-orang Samaria yang datang kepada-Nya. Orang-orang inilah yang dimaksudkan Yesus Kristus sebagai ladang yang siap dituai dan Ia memberi tugas kepada murid-murid-Nya untuk pergi mengumpulkan mereka laksana hasil panen.
Upah yang diterima para penuai (ay. 36) adalah mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur, yang menunjuk pada Yesus Kristus sendiri, dan penuai, yakni para murid, sama-sama bersukacita (bnd. Yoel 3:18; Amos 9:13). Sukacita di waktu panen ini menunjuk pada pekerjaan yang berkesinambungan dari mereka yang menabur di waktu yang lampau dan mereka yang menuai kelak, sebagaimana ungkapan: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Hal ini menegaskan apa yang telah dilakukan oleh para nabi sampai pada pelayanan Yohanes Pembaptis dan penuaiannya dilakukan oleh para murid. Maka Yesus Kristus mengutus para murid (ay. 38). Kalimat Yesus Kristus, "Aku mengutus kamu" ditujukan secara khusus kepada para murid, mengantisipasi penugasan dan pengutusan selanjutnya yang akan diberikan kepada mereka (lih. Yoh. 17:18; 20:21).
Kisah yang dimulai pada ayat 28-29 dilanjutkan di sini, yakni banyak orang Samaria dari kota itu yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus karena perkataan perempuan itu (ay. 39). Pada titik ini ditunjukkan bertambahnya secara signifikan orang Samaria yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Ia tinggal bersama mereka selama dua hari bukan hanya menunjukkan kerinduan mereka untuk mendengar-Nya, namun menjadi kesempatan bertambahnya orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya (ay. 40-41). Kesaksian perempuan Samaria telah membuka jalan bagi pemahaman tentang Yesus Kristus yang semakin utuh dari orang-orang Samaria yang datang kepada-Nya.
Perkataan perempuan itu (Yun. he lalia; Ing. talk; percakapan, ucapan lidah) telah membawa mereka datang pada Yesus Kristus dan kini mendengar langsung perkataan-Nya, yakni firman-Nya (Yun. ho logos; Ing. word; firman). Mereka kini telah mendengar dan mengambil kesimpulan sendiri tentang Yesus Kristus, lalu percaya. Mereka tahu bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia (ay. 42). Dengan menyebut Yesus Kristus sebagai Juruselamat, orang-orang Samaria mengakui bahwa keselamatan memang datang dari bangsa Yahudi (ay. 22), namun keselamatan itu dimaksudkan bagi mereka juga. Di sinilah ditegaskan keselamatan di dalam Yesus Kristus yang bersifat universal.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
-
Perjumpaan dengan Yesus Kristus selalu menghasilkan kesadaran diri dan kesaksian kepada orang lain. Di hadapan Tuhan Allah yang kudus kita menjadi tahu siapa diri kita yang sebenarnya, orang berdosa yang membutuhkan anugerah-Nya, yakni pengampunan dan pemulihan. Di dalam Yesus Kristus tersedia jaminan itu. Hal ini mendorong seseorang untuk bersaksi tentang Yesus Kristus dan karya-Nya yang menyelamatkan. Kesaksian seseorang tentang Yesus Kristus dimaksudkan agar orang-orang yang mendengar kesaksian itu datang dan mendengar tentang-Nya, lalu memahami dan percaya bahwa Dialah Juruselamat dunia yang menyediakan pengampunan, pemulihan dan keselamatan.
-
Gereja Tuhan dipanggil untuk terus-menerus menyaksikan tentang Yesus Kristus di tengah dunia yang terus mengalami perkembangan dan perubahan, khususnya dalam bidang teknologi informasi. Kesaksian gereja yang nyata dalam hidup orang percaya menjadi jalan bagi pemenuhan Amanat Agung agar semua bangsa menjadi murid-Nya. Kesaksian itu melalui perkataan dan tindakan nyata harus dilandasi kebenaran Alkitab agar orang-orang yang mendengar dan melihat kesaksian itu sampai pada pengetahuan yang benar tentang Yesus Kristus dan menjadi percaya kepada-Nya. Di sinilah pentingnya pemberitaan Injil dan pendidikan Kristen berjalan bersama dalam keteladanan.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa yang dimaksud "Percaya Karena Mendengar Dan Tahu Yesus Juruselamat Dunia" menurut Yohanes 4:27-42?
- Mengapa Pelayan Khusus harus saling membantu demi kemajuan pelayanan gereja Tuhan?
- Bagaimana cara gereja dan keluarga mengupayakan agar pemberitaan tentang Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan semakin menjangkau banyak orang?
POKOK-POKOK DOA
- Agar keluarga Kristen meneguhkan komitmen untuk mengenal dan mengasihi Yesus Kristus setiap hari, melalui doa, firman Tuhan dan ibadah. Dengan komitmen ini, penginjilan dan pendidikan Kristen berjalan bersama-sama dalam membentuk setiap anggota keluarga Kristen bagi misi Allah.
- Agar setiap keluarga Kristen dan masing-masing orang percaya mau menjadi saksi bagi Yesus Kristus di mana pun mereka pergi dan berada, bukan hanya di rumah, melainkan di sekolah, tempat bekerja dan melayani, serta di mana saja.
- Agar gereja Tuhan Allah, secara khusus Gereja Masehi Injili di Minahasa, semakin diberkati untuk menjadi alat bagi pemberitaan Injil dan pendidikan Kristen bagi generasi ke generasi di tanah Minahasa dan di seluruh dunia.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
Hari Minggu Bentuk II
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
- Kemuliaan Bagi Allah: KJ. No. 14 "Muliakan Tuhan Allah"
- Doa Penyembahan: NNBT No. 4 "Naikkan Doa Pada Allah"
- Pengakuan Dosa: KJ. No. 30a "Angin Ribut Menyerang"
- Janji Anugerah Allah: NKB No. 15 "Hidup Yang Penuh Berbeban"
- Puji-Pujian: NKB. No. 3 "Terpujilah Allah"
- Pembacaan Alkitab: KJ. No. 49 "Firman Allah Jayalah"
- Persembahan: NKB No. 197 "Besarlah Untungku"
- Penutup: KJ. No. 428 "Lihatlah Sekelilingmu"
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.


