ALASAN PEMILIHAN TEMA
Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), akan memasuki tahap yang penting dalam kehidupan bergereja yaitu pemilihan Penatua dan Diaken. Ini merupakan bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab orang percaya dan bukan semata-mata untuk memenuhi agenda rutin dalam berorganisasi. Gereja adalah tubuh Yesus Kristus yang hidup dan bukan sebagai organisasi biasa. Karena itu, pemilihan Pelayan Khusus bukan atas dasar suka atau tidak suka dan berdasarkan kedekatan keluarga, teman, atau tetangga.
Proses pemilihan Pelayan Khusus harus dilakukan sesuai Firman Tuhan. Dalam 1 Timotius 3:1-13 Paulus memberikan pedoman tentang syarat moral dan rohani bagi Penatua dan Diaken. Tidak harus memilih berdasarkan popularitas, kedekatan pribadi atau hal-hal lain menyangkut KKN, melainkan berdasarkan karakter, kesetiaan dan keteladanan rohani. Kita tentu berharap Tuhan Allah menyingkapkan siapa yang Dia mau dan persiapkan untuk melayani-Nya di periode yang akan datang.
Mari kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar dapat mendukung proses pemilihan dalam kasih, saling menghormati, saling menghargai dan takut akan Tuhan Allah. Berkaitan dengan itu tema yang akan kita renungkan sepanjang minggu ini adalah, CARILAH ORANG YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN ALLAH.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Eksegese)
Judul Kitab Keluaran dari kata Yunani exodos (judul yang dipakai di Septuaginta) yang artinya "keluaran" atau "keberangkatan". Kata ini menunjuk kepada pembebasan bangsa Israel secara luar biasa dari perhambaan di Mesir oleh Tuhan Allah dan keberangkatan mereka dari negeri itu sebagai umat-Nya. Bangsa Israel melakukan perjalanan bersama nabi Musa ke gunung Sinai, di mana Tuhan Allah menjanjikan mereka tanah Kanaan. Di sana mereka melakukan perjanjian dengan Tuhan Allah yang memberikan mereka hukum dan instruksi untuk mendirikan Tabernakel. Supaya Tuhan Allah dapat datang dan tinggal bersama umat-Nya serta memimpin mereka dalam perang suci untuk mengambil alih tanah tersebut.
Ayat 13. Peran Musa sebagai pemimpin tunggal, menangani segala persoalan umat Israel dalam perjalanan di padang gurun setelah keluar dari Mesir. Berbagai perselisihan terjadi di antara umat-Nya yang harus diselesaikan oleh Musa sebagai hakim mereka.
Ayat 14. Yitro sebagai mertua Musa memberi nasihat kepadanya karena prihatin melihat Musa kelelahan yang harus melayani umat Israel sepanjang hari. Penggambaran ini menunjukkan betapa penting nasihat dan koreksi dari orang lain termasuk keluarga. Memberi pelajaran bahwa kehadiran orang-orang bijak dalam melakukan pendampingan akan membantu seorang pemimpin menyadari akan keterbatasan dan kelemahannya.
Ayat 15-16. Secara rohani dan hukum, Musa merasa bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai nabi dan hakim. Hukum-hukum Tuhan Allah harus disampaikan kepada umat, yang mengatur kehidupan bersama.
Ayat 17-18. Yitro melakukan pengamatan secara objektif terhadap apa yang dilakukan Musa, bahwa Musa melakukan pekerjaan dan menyelesaikan masalah suatu bangsa yang besar seorang diri. Ini mengindikasikan sebuah metode kepemimpinan yang tidak baik dan tidak efisien. Yitro mengakui hal itu, kendatipun dia tidak meragukan kemampuan Musa. Yitro mau menunjukkan kasih yang penuh kepedulian sebagai seorang ayah mertua. Yitro sadar benar bahwa Musa berniat baik pada umat yang dipimpinnya, hanya saja metode yang dilakukannya keliru. Sebagai seorang anak yang menghargai orang tua, Musa menerima nasihat Yitro sebagai kritik konstruktif untuk kebaikan semua pihak, baik dirinya maupun umat Israel.
Ayat 19-20. Yitro sangat peka dan peduli dengan Musa, tetapi juga kepada umat Israel yang sedang menunggu giliran untuk mendapatkan penanganan dan jalan keluar dari Musa atas persoalan yang dihadapi. Bagi Yitro, Musa tetap berperan sebagai pengajar utama pembentukan karakter umat, bukan hanya menangani semua kasus. Sebab, Musa sebagai mediator spiritual utama yang menghubungkan umat dengan Tuhan Allah.
Ayat 21-22. Mendelegasikan tugas kepemimpinan pada orang yang layak, memiliki dedikasi, berintegritas dan takut akan Tuhan Allah. Para hakim dipilih dari antara seluruh bangsa Israel atas nasihat Yitro dengan mengutamakan kualitas moral dan rohani mereka.
Ayat 23. Dengan membagi tugas, maka terjadi efisiensi dan keseimbangan antara kesehatan pemimpin dan kesejahteraan umat.
Ayat 24-26. Musa menerima nasihat Yitro dan ini membuktikan kerendahan hatinya. Musa menerapkan struktur kepemimpinan yang fungsional dan melakukan pembagian tugas kepada seseorang menurut kemampuan dan kelayakannya. Tugas hakim yaitu menghakimi rakyat secara rutin, menyelesaikan perkara kecil secara langsung, sedangkan perkara besar dibawa kepada Musa selaku pemimpin utama.
Ayat 27. Yitro kembali ke negerinya setelah memberikan nasihat kepada Musa dan tidak mencari posisi atau kekuasaan. Dengan menyadari perannya sudah selesai, ia pulang dengan sukacita.
MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
- Semangat melayani sangat diperlukan tapi harus disertai dengan pengaturan pelayanan yang bijak. Jika tidak, maka pelayan Tuhan akan mengalami keletihan secara fisik, spiritual dan emosional.
- Memikul beban pelayanan seorang diri hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain, maka marilah bekerja sama dan mendelegasikan tugas-tugas kepada mereka yang punya kemampuan, dedikasi dan komitmen tinggi untuk melayani Tuhan.
- Keseimbangan pelayanan bukan hanya menguatkan hati, tapi membekali jemaat belajar, membaca, berpikir dan hidup sesuai kehendak-Nya.
- Mempertimbangkan berbagai aspek seperti karakter, integritas dan hidup takut akan Tuhan dalam memilih pemimpin yang melayani.
- Pemimpin jemaat harus dapat mengembangkan kemampuan manajemen bukan hanya bicara tentang iman.
- Pemimpin jemaat bukan hanya berfungsi untuk menyelesaikan berbagai persoalan jemaat melainkan mengarahkan, melatih, membimbing jemaat agar dapat berjalan dalam kebenaran sesuai kehendak Tuhan Allah.
- Di zaman ini, jemaat perlu mengasah diri untuk dapat memahami dan menguasai literasi digital dan mengembangkan kemampuan managerial hidup.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
- Apa pemahaman anda tentang makna pernyataan "Carilah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Allah" menurut Keluaran 18:13-27?
- Mengapa dalam proses pemilihan PELSUS jemaat cenderung memilih orang yang dekat, kaya dan memiliki kedudukan?
- Bagaimana seharusnya jemaat memilih pelayan khusus yang cakap dan takut akan Tuhan?
NAS PEMBIMBING
2 Timotius 2:2
POKOK-POKOK DOA
- Berdoa agar para pemimpin atau pelayan gereja mampu meneladani Yesus Kristus yang mengenal dan peduli dengan jemaat.
- Berdoa agar gereja senantiasa menjadi persekutuan yang hangat, terbuka dan penuh kasih.
- Berdoalah agar para pemimpin atau pelayan gereja dapat melayani jemaat secara tulus dan bertanggung jawab.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
Hari Minggu Bentuk I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN
- Panggilan Beribadah: NNBT No. 19 "Allah Besar Agung Nama-Nya"
- Nas Pembimbing: NNBT No. 17 "Ya Tuhan, Tuhan Kami"
- Pengakuan Dosa: KJ No. 30a "Angin Ribut Menyerang"
- Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 381 "Yang Maha Kasih"
- Ses. Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 "Firman Allah Jayalah"
- Persembahan: KJ No. 337 "Betapa Kita Tidak Bersyukur"
- Nyanyian Penutup: NKB No. 196 "'Ku Beroleh Berkat"
ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.



