"Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka."
--- 2 Tawarikh 19:4
Yosafat Mengunjungi dan Menyuruh Rakyatnya Kembali kepada Tuhan Allah
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Seorang pemimpin yang baik ada/hadir di tengah-tengah rakyatnya, melihat langsung dan tidak hanya mendengar laporan dari orang lain untuk mengenal rakyatnya, memahami dan memperhatikan situasi kehidupan atau permasalahan yang mereka hadapi. Ia harus berupaya agar mereka untuk hidup benar dan adil sehingga mereka dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.
Firman Tuhan Allah hari ini, mengatakan bahwa setelah kembali dengan selamat ke Yerusalem, Yosafat (Ibr: yehosyapat, artinya: Tuhan telah menghakimi) tidak hanya diam di istana kerajaan, tetapi ia mengadakan perkunjungan ke daerah-daerah dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim. Dua tempat ini adalah batas-batas kerajaan Israel Selatan (Yehuda). Jadi, Yosafat mengunjungi seluruh wilayah kerajaannya dan menemui seluruh rakyatnya. Tujuan kunjungan ini selain untuk mendapatkan informasi langsung tentang situasi dan kondisi rakyatnya, ia juga menyuruh rakyat berbalik (Ibr: wayyasab) kepada Tuhan Allah. Sebagai pemimpin ia berupaya agar rakyatnya hidup dan menikmati kehidupan yang diberkati. Oleh karena dirinya adalah orang yang mencari Allah dengan tekun (baca 19:1-3), dan telah mengalami keselamatan dari pada-Nya, dia menghendaki rakyatnya juga mengalami keselamatan tersebut yang hanya dapat dinikmati jika mereka hidup dalam takut akan Tuhan Allah. Tindakan mengunjungi dan mengajak untuk kembali kepada Tuhan Allah adalah salah satu bentuk tanggungjawab Yosafat sebagai pemimpin bagi rakyatnya.
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Semua pemimpin, di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat, harus benar-benar mengenal dan memperhatikan orang-orang yang dipimpinnya/dilayaninya. Secara khusus firman Tuhan Allah hari ini mengajak para orangtua untuk bertanggung jawab sebagai pemimpin keluarga dan imam di tengah keluarga agar membawa dan mengantar seisi keluarga untuk menyembah Tuhan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus sebagai sumber kehidupan. Sediakanlah waktu bersama keluarga agar dapat beribadah dan berbagi pengajaran firman Tuhan Allah. Hal ini menjadi pondasi yang kuat bagi seisi keluarga dalam menjalani kehidupan sebagai umat-Nya. Karena keluarga Kristen sebagai basis utama dalam pembentukan karakter Yesus Kristus. Waktu bersama juga dapat digunakan agar semua anggota keluarga dapat berbagi cerita sehingga ikatan kekeluargaan makin dipererat.
Doa
Ya Tuhan Allah, tolonglah agar kami dapat menjadi pemimpin yang senantiasa ada dan memperhatikan orang-orang yang kami pimpin serta selalu mengajak mereka untuk hidup menurut kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.



