GMIM

RHK GMIM 10 Oktober 2026: Berbagi Tugas dan Bertindak Tegas, 2 Tawarikh 19:11

RHK · 2026-10-10

RHK GMIM 10 Oktober 2026 – Berbagi Tugas dan Bertindak Tegas (2 Tawarikh 19:11)

2 Tawarikh 19:11

📖RHK Hari Ini→
Ingin membaca edisi terbaru atau menjelajahi seluruh arsip RHK?
RHK Hari Ini→

"Dengan ini imam kepala Amarya diangkat sebagai ketuamu dalam segala perkara ketuhanan dan Zebaja bin Ismael, pemuka kaum Yehuda, dalam segala perkara kerajaan, sedang orang Lewi akan melayani kamu sebagai pengatur. Bertindaklah dengan tegas! Kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus ikhlas.”

--- 2 Tawarikh 19:11

Berbagi Tugas dan Bertindak Tegas

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Dalam setiap keluarga, masing-masing anggota memiliki fungsi, peran dan tugas masing-masing. Jika salah satu tidak melaksanakan, pastilah akan terjadi kekacauan. Demikian pula, jika masing-masing enggan untuk bekerja sama dan bertindak dengan tegas, kekacauan bahkan kehancuran akan terjadi. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga harus memperhatikannya dengan benar. Hal yang sama juga sering terjadi dalam persekutuan yang lebih besar, seperti di tengah persekutuan jemaat dan masyarakat.

Pengangkatan pemimpin yang sesuai dengan keahliannya oleh Yosafat menekankan pentingnya integritas, keadilan dan takut akan Tuhan dalam kepemimpinan. Yosafat juga membagi tanggung jawab antara imam kepala, pemuka kaum Yehuda, orang Lewi, dan menekankan pentingnya mengikuti petunjuk Tuhan Allah dan bertindak dengan tegas. Yosafat membagi tanggung jawab antara imam kepala Amarya dan pemuka kaum Yehuda, Zebaja dan orang Lewi. Imam kepala menangani perkara yang berkenaan dengan Tuhan Allah, sedangkan pemuka kaum Yehuda menangani perkara dalam segala urusan kerajaan dan orang Lewi bertugas sebagai pengawas. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif membutuhkan pembagian tugas yang jelas dan kerjasama antar berbagai pihak. Tujuan dari pendelegasian ini adalah menata dan mengatur kehidupan umat, baik dalam kehidupan spiritual maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Mereka semua diminta untuk bertindak tegas, Ibrani: khizqu wa'asyu, artinya bertindak dengan tegas dan berani. Ketegasan dan keberanian dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, agar seluruh hukum/peraturan Tuhan Allah dapat dilakukan sesuai kehendak-Nya. Jika tidak demikian, maka akan terjadi kekacauan dan kehancuran di tengah kehidupan umat Tuhan Allah.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Firman Tuhan Allah hari ini mengajarkan bahwa kepemimpinan yang efektif didasarkan pada integritas, keadilan, takut akan Tuhan Allah dan kemampuan untuk bekerja sama. Pemimpin harus memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan Allah, bertindak adil dan memastikan bahwa hukum ditegakkan. Pesan ini relevan tidak hanya bagi pemimpin gerejawi, tetapi juga bagi pemimpin dalam segala zaman dan konteks. Pola pendelegasian sesuai dengan keahlian atau profesionalitas sangat penting dalam membangun keluarga dan menatalayani pelayanan yang ada di jemaat. Masing-masing mempunyai tupoksi dalam menjalankan tugas sehingga semua tujuan dan sasaran yang telah diprogramkan berjalan dengan baik atau tercapai. Sebagai anggota keluarga Kristen, warga gereja dan masyarakat, kita dituntut untuk bekerjasama sesuai dengan fungsi masing-masing dengan tegas dan berani.

Doa

Ya Tuhan Allah, tuntun kami dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan talenta dan karunia yang Engkau beri bagi kami. Sehingga kami boleh bekerja sama, saling menopang dan saling menguatkan satu dengan lain. Dalam nama Yesus Kristus. Amin

Tentang Penulis

Ditulis oleh Tim RHK GMIM di bawah pengelolaan Donald K. Lumingkewas, berafiliasi dengan Dodoku GMIM, media informasi warga GMIM di Sulawesi Utara. Lihat profil lengkap di halaman Tentang.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 10/10/2026