"Juga di Yerusalem Yosafat mengangkat beberapa orang dari antara orang Lewi, dari antara para imam dan dari antara para kepala puak Israel untuk memberi keputusan dalam hal hukum Tuhan dan dalam hal perselisihan. Mereka berkedudukan di Yerusalem."
--- 2 Tawarikh 19:8
Pemimpin Menjaga Hukum Tuhan Allah dan Menyelesaikan Perselisihan
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Kehidupan orang Kristen dalam dunia ini tidak akan pernah terlepas dari pergumulan hidup, termasuk melaksanakan hukum Tuhan Allah untuk menyelesaikan perselisihan, baik di tengah keluarga, jemaat, maupun masyarakat. Dalam praktiknya, tidaklah mudah untuk menangani masalah pelanggaran hukum Tuhan Allah dan dalam menengahi masalah perselisihan. Hanya jika seorang pemimpin memiliki rasa takut akan Tuhan Allah, memahami seluruh isi hukum Tuhan Allah dan bersikap adil, maka penanganan masalah pelanggaran dan perselisihan dapat diputuskan dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum Tuhan Allah.
Yosafat mengangkat beberapa orang dari suku Lewi dan di antara kepala puak Israel dengan tujuan untuk menjaga dan memelihara hukum Tuhan Allah (Ibr: misypat yehwah) serta memastikan bahwa keputusan yang diambil berkaitan dengan masalah apapun seperti pelanggaran hukum Tuhan Allah dan perselisihan (Ibr: larib), selaras dengan hukum Tuhan Allah tersebut. Karena itu, patokan atau dasar setiap keputusan yang mereka ambil ketika terjadi perselisian di antara umat selalu harus didasarkan pada hukum Tuhan Allah. Penugasan khusus dari Yosafat kepada orang Lewi ini untuk memastikan bahwa hukum Tuhan Allah diberlakukan dengan baik dan benar di tengah-tengah umat-Nya. Mereka menjadi benteng untuk menegakkan hukum Tuhan Allah dalam pengambilan keputusan ketika terjadi praktik pelanggaran hukum dan perselisihan.
Keluarga Kristen yang diberkati dan dikasihi Tuhan Yesus Kristus,Dalam menghadapi praktik pelanggaran aturan dan perselisihan di antara orang percaya, maka pemimpin umat harus bertindak sebagai penjaga hukum Tuhan Allah. Artinya hukum atau firman Tuhan Allah harus selalu menjadi patokan atau dasar pengambilan keputusan dalam penanganan pelanggaran aturan serta perselisihan. Karena itu, takut akan Tuhan Allah menjadi prinsip utama dalam kepemimpinan. Ketika menghadapi persoalan kehidupan, apa pun bentuknya, sebagai keluarga Kristen, mari kita menempatkan hukum Tuhan Allah sebagai dasar. Itu berarti hendaklah kita selalu meminta petunjuk Tuhan Allah dalam mencari solusi untuk setiap permasalahan di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat.
Doa
Ya Tuhan Allah, tolonglah hamba-hamba-Mu agar dapat menyelesaikan masalah berdasarkan hukum-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin



