"Ia mengangkat juga hakim-hakim di seluruh negeri, yakni di semua kota yang berkubu di Yehuda, di tiap-tiap kota. Berpesanlah ia kepada hakim-hakim itu: ”Pertimbangkanlah apa yang kamu buat, karena bukanlah untuk manusia kamu memutuskan hukum, melainkan untuk Tuhan, yang ada beserta kamu, bila kamu memutuskan hukum."
--- 2 Tawarikh 19:5-6
Memutuskan Hukum Bersama Tuhan Allah
Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,Bukanlah hal yang mudah untuk memutuskan sesuatu. Banyak orang tergoda untuk memutuskan apa saja menurut pemikiran dan kepentingannya sendiri. Bagi seorang berkuasa, godaan seperti itu dapat menjadi bumerang, sebab jika dia salah membuat keputusan, bukanlah hal baik yang akan terjadi, justru sebaliknya. Penting bagi kita untuk melakukan dan memutuskan segala sesuatu dengan baik dan benar agar menjadi berkat bagi banyak orang.
Yosafat mengadakan reformasi dalam sistem peradilan, dengan mengangkat dan menempatkan hakim-hakim di setiap kota Yehuda. Tujuannya adalah mewujudkan tatanan hidup yang baik di semua lini kehidupan umat, supaya mereka dituntun untuk tetap setia kepada Tuhan Allah. Yosafat menyadari bahwa untuk mewujudkannya, ia perlu bantuan orang lain. Karena itu, ia mengangkat hakim-hakim (Ibr: syopetim) dan memberi instruksi agar mereka mempertimbangkan apa yang kamu buat. Kata mempertimbangkan menggunakan kata Ibrani re'u (dari ra'ah), artinya: melihat, mengetahui, menjadi sadar, mempertimbangkan. Artinya, para hakim tidak bisa bertindak asal-asalan melainkan harus benar-benar memperhatikan dan mempertimbangkan apa yang dilakukannya sebab hal itu memiliki efek/akibat kepada dirinya dan orang lain. Ketika mengadili dan menjatuhkan putusan hukum, mereka harus mempertimbangkannya secara matang. Karena bukanlah untuk manusia mereka memutuskan, melainkan untuk Tuhan Allah. Firman hari ini menegaskan bahwa Tuhan Allah turut bersamamu (Ibr: we'immakem) ketika menjatuhkan putusan. Artinya Tuhan Allah ada bersama sang hakim ketika ia bekerja mengadili dan menjatuhkan putusan peradilan menurut kehendak-Nya. Bukan keputusan menurut kehendak pribadinya. Hanya keputusan peradilan seperti itulah yang dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Keluarga Kristen yang diberkati dan dikasihi Tuhan Yesus Kristus,Firman Tuhan Allah hari ini, mengingatkan bahwa seorang pemimpin, termasuk di tengah keluarga Kristen, harus mempunyai strategi membawa seisi keluarga untuk memahami, bahwa semua yang kita lakukan atau putuskan, dilakukan bersama-sama Tuhan Allah. Oleh karena itu, pertimbangkanlah baik-baik apa yang kita lakukan dan putuskan. Keputusan yang baik, pasti mendatang kebaikan dan berkat bagi banyak orang. Kita renungkan juga bahwa memilih pemimpin yang baik harus melalui pertimbangan matang supaya yang dipimpin dapat dituntun ke jalan yang dikehendaki oleh Yesus Kristus.
Doa
Tuhan Allah, mampukan kami untuk melakukan dan memutuskan segala sesuatu bersama dengan Engkau agar semua itu mendatangkan berkat bagi banyak orang. Dalam nama Yesus Kristus. Amin



