GMIM

RHK · 2026-06-09

RHK GMIM 10 Juni 2026 – Jangan Iri kepada Orang Fasik (Mazmur 92:8–9)

Mazmur 92:8–9

"Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan, dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang, ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya. Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!"

— Mazmur 92:8–9

Jangan Iri kepada Orang Fasik

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Dalam kehidupan ini, seringkali kita melihat orang yang tidak takut akan Tuhan Allah justru tampak berhasil. Mereka hidup enak, hartanya banyak, bahkan seolah bebas dari masalah. Kita bisa tergoda untuk berpikir bahwa hidup benar tidak membawa hasil. Firman ini mengingatkan kita untuk tidak iri kepada orang fasik, sebab keberhasilan mereka hanyalah sementara. Ayat 8 menggambarkan bahwa meski orang fasik tampak "bertunas" dan "berkembang" sesungguhnya akhir hidup mereka adalah kebinasaan. Keberhasilan tanpa Tuhan Allah adalah sia-sia dan bukanlah tanda berkat sejati, melainkan sesuatu yang tidak bertahan lama. Orang fasik, yaitu yang melakukan kejahatan berkembang supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya. Artinya keberhasilan mereka akan berakhir dengan kehancuran sebab hidup mereka tidak berakar pada kebenaran.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

Sebaliknya ayat 9 menegaskan bahwa Tuhan Allah adalah Maha Tinggi untuk selama-lamanya. Ini sangat kontras dengan orang fasik, mereka akan dipunahkan, tidak akan bertahan, tetapi Tuhan Allah ada di tempat yang tinggi. Artinya, Dia tetap berdaulat dan keadilan-Nya pasti ditegakkan meskipun tidak selalu terlihat di saat ini. Kita diingatkan bahwa orang fasik dengan kejahatannya mungkin terlihat berkembang, namun mereka tidak akan bertahan, malahan akan mengalami kebinasaan.

Sebagai keluarga Kristen, kita perlu menanamkan pemahaman yang benar dalam hati anak-anak dan seluruh anggota keluarga bahwa yang populer belum tentu benar, tetapi yang benar pasti kekal. Oleh karena itu, ajarkanlah bahwa lebih baik hidup sederhana dengan takut akan Tuhan Allah, daripada kaya tapi jauh dari kebenaran. Kita perlu menanamkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mengajarkan anak-anak untuk hanya mengejar kesuksesan duniawi, sebab hidup takut akan Tuhan Allah jauh lebih bernilai karena akan berdampak kini dan nanti. Tuhan Allah memanggil kita untuk setia. Bila kita taat, Tuhan Allah sendiri yang akan memelihara dan memberkati keluarga kita dengan cara-Nya yang penuh kasih dan keadilan. Tuhan Allah adalah yang Maha Tinggi dan Dia berkuasa untuk selama-lamanya. Di tengah dunia yang sering tidak adil di mana orang fasik tampak berjaya, pemazmur menegaskan satu kebenaran bahwa Tuhan Allah tetap memerintah dan tidak pernah berubah. Percayakan hidup ini kepada Tuhan Allah dan jangan mencontohi hidup orang fasik. Amin.

Doa

Ya Tuhan Allah yang adil, ajarlah kami untuk tidak iri hati kepada orang fasik. Tolong kami untuk tetap hidup dalam kebenaran dan percaya bahwa Engkau akan membela umat-Mu. Teguhkan hati kami agar sebagai keluarga, kami selalu memilih jalan-Mu, meskipun tidak selalu mudah. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait

Terakhir Diperbarui: 9/6/2026